Comscore Tracker

Hantu Noni Belanda Teror Penghuni Kota Lama, Sering Muncul di Sumur Tua

Penampakan Noni Belanda sedang menggandeng balita

Berada di Jalan Jurnatan Semarang, sejumlah bangunan tua masih berdiri kokoh. Dari mulai deretan ruko-ruko, gedung tua Bank Panin hingga sebuah bangunan bekas Pabrik Hygeia. 

Meski bangunan eks Pabrik Hygeia kini telah kosong melompong, tetapi bagian depannya telah diubah menjadi sebuah kantor. Sedangkan bagian belakangnya dimanfaatkan sebagai tempat gudang perlengkapan pawai Kota Lama.

Namun, siapa sangka dibalik kisah gedung eks Pabrik Hygeia, sejumlah warga menganggap bangunan tersebut dikenal sangat angker.

Tak jarang suara-suara ganjil muncul di dalam gedung mulai dari selepas Maghrib hingga pagi buta. 

"Seringnya dengar suara langkah kaki diseret. Itu lokasinya di belakang pintu," kata Sugiyo, seorang penjaga gedung bekas Pabrik Hygeia kepada IDN Times, Senin (30/11/2020).

 

1. Penampakan lelembut sering muncul di dekat sumur tua

Hantu Noni Belanda Teror Penghuni Kota Lama, Sering Muncul di Sumur Tuapixabay

Sebagai orang yang dipasrahi menjaga gedung tersebut sejak puluhan tahun, ia mengaku kerap diganggu penampakan lelembut yang berada di dalamnya. 

Sugiyo bilang sumber suara itu berasal dari sebuah sumur tua peninggalan Belanda. Ia meyakini sumur tua itu dulunya sering dipakai oleh keluarga pemilik pabrik tatkala bermain bersama anaknya.

Keyakinannya semakin menguat saat beberapa orang yang kebetulan melihat sosok penampakan di bagian belakang gedung eks Pabrik Hygeia.

Baca Juga: Pabrik Hygeia Semarang Keok Bisnis Minuman Limun sampai Minyak Orbolin

2. Ada noni-noni Belanda yang menampakan diri sembari menggandeng anaknya

Hantu Noni Belanda Teror Penghuni Kota Lama, Sering Muncul di Sumur Tuadok. IDN Times

Menurutnya sosok mahkluk perempuan berwajah Noni Belanda yang sedang menggandeng seorang anak kecil sering menampakan diri di samping sumur tua. 

Anak kecil itu memiliki penampakan seumuran balita dengan rambut yang dipotong kuncung. Sedangkan sang wanita berwajah Indo-Belanda berhidung bangir alias mancung. 

"Saya sendiri juga pernah lihat. Karena sering denger suara-suara berisik di dekat sumur, terus saya tengok ke belakang. Di situ sempat kelihatan ada anak kecil rambutnya kuncung sama digandeng ibunya. Mungkin mereka dulunya masih hidup sering main di dekat sumur. Sumur itu kan memang peninggalannya keluarga Belanda waktu pertama kali mendirikan Pabrik Hygeia," imbuhnya. 

3. Penjaga gedung eks Pabrik Hygeia sering diganggu suara kaki diseret

Hantu Noni Belanda Teror Penghuni Kota Lama, Sering Muncul di Sumur TuaPexels.com/minAn

Dengan adanya penampakan tersebut sering membuat bulu kuduknya berdiri. Bahkan ia yang dirundung ketakutan memilih tidur di ruangan kantor yang terletak di bagian depan bekas Pabrik Hygeia. 

Sebab, suara langkah kaki yang diseret itu hampir saban hari ia dengar. "Pagi-pagi pernah kedengeran suara kayak gitu. Makanya saya pilih tidur di dalam kantor. Kalau tidur di dekat gudang jadi susah tidur," katanya sambil menunjukan pintu pembatas antara kantor dan gudang Pabrik Hygeia.

4. Para penghuni Kota Lama sudah biasa diganggu penampakan Noni Belanda

Hantu Noni Belanda Teror Penghuni Kota Lama, Sering Muncul di Sumur Tuaplus.kapanlagi.com

Penampakan Noni Belanda tak cuma mengganggu dirinya. Dahulu kala ketika Pabrik Hygeia masih beroperasi, beberapa pegawai juga mendapat teror serupa.

"Ada teman saya mendadak izin pulang, ngakunya gak enak badan. Pas beberapa hari kemudian dia cerita ternyata dia trauma habis lihat hantu wanita yang dia kira awalnya teman kerjanya. Setelah itu gak tahu kenapa dia sakit selama tiga hari. Pokoknya cerita-cerita kayak gitu sering dialami orang-orang yang pernah kerja di sini atau warga sekitar Kota Lama," akunya. 

"Satpamnya Bank BCA juga sering lihat. Terus yang tinggal di samping bangunan ini kayak sudah biasa lihat sosok penampakan seperti itu," tutur pria berusia 60 tahun tersebut. 

Ia mengatakan tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi tersebut. Dengan kondisi bangunan eks Pabrik Hygeia yang lapuk dan sering bocor, kewenangan untuk memperbaikinya berada ditangan Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB). "Kan ini bangunan tua, ada yang bolong-bolong aja kita gak berani memperbaiki, takutnya malah salah. Yang berwenang dari pihak terkait," pungkasnya. 

Baca Juga: Pemkot Semarang Lanjutkan Pembangunan Kota Lama saat Pandemik COVID-19

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya