Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Ciri Tubuh Butuh Istirahat Meski Rutin Olahraga di Gym

ilustrasi tubuh butuh istirahat meski rajin olahraga di gym (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi tubuh butuh istirahat meski rajin olahraga di gym (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya sih...
  • Nyeri otot berlebihan menunjukkan overtraining, memerlukan istirahat dan nutrisi pemulihan.
  • Kurangnya energi menandakan kehabisan glikogen, butuh istirahat dan asupan karbohidrat.
  • Latihan berlebihan ganggu siklus tidur, perlu jeda latihan dan konsistensi jam tidur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Olahraga di gym sering dipilih banyak orang untuk menjaga kebugaran tubuh, membentuk otot, hingga meningkatkan kesehatan mental. Namun tidak sedikit yang lupa bahwa tubuh juga memiliki batas kemampuan, meskipun rutinitas olahraga terasa sudah teratur. Ketika tubuh dipaksa berlatih gym tanpa jeda, manfaatnya justru bisa berbalik menjadi masalah kesehatan.

Tubuh memiliki cara sendiri memberi sinyal bahwa ia perlu berhenti sejenak agar tidak mengalami penurunan fungsi. Jika tanda-tanda ini diabaikan, risiko cedera, kelelahan kronis, bahkan gangguan metabolisme bisa meningkat. Oleh karena itu, penting mengenali kapan tubuh sebaiknya beristirahat. Berikut beberapa ciri yang bisa membantu kamu memahami kebutuhan tubuh meski rutin berolahraga di gym.

1. Tubuh mengalami nyeri otot yang tidak wajar

ilustrasi nyeri otot (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi nyeri otot (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Nyeri otot setelah latihan memang hal normal, terutama ketika mencoba gerakan baru atau meningkatkan intensitas. Namun bila rasa sakit berlangsung lebih lama dari biasanya dan justru semakin parah, itu tanda tubuh mengalami overtraining. Rasa nyeri berlebihan menunjukkan adanya peradangan pada jaringan otot yang tidak pulih dengan baik. Jika terus dipaksakan, kondisi ini bisa memperburuk robekan mikro pada serabut otot dan memperlambat proses pemulihan.

Selain itu, nyeri otot yang tidak kunjung reda juga bisa mengganggu aktivitas harian di luar gym. Jalan kaki terasa berat, mengangkat barang ringan terasa sulit, hingga kualitas tidur ikut menurun. Kondisi ini menandakan tubuh memerlukan istirahat yang cukup, termasuk dengan tidur yang berkualitas dan nutrisi pemulihan seperti protein, magnesium, serta cairan yang cukup.

2. Energi tubuh cepat habis saat latihan

ilustrasi energi cepat habis (pexels.com/Julia Larson)
ilustrasi energi cepat habis (pexels.com/Julia Larson)

Salah satu tanda tubuh butuh istirahat adalah berkurangnya energi secara drastis ketika berolahraga. Padahal, latihan biasanya dilakukan dengan beban yang sama, tetapi tubuh terasa jauh lebih lelah. Hal ini terjadi karena cadangan energi otot berupa glikogen sudah terkuras dan belum sempat tergantikan sepenuhnya. Akibatnya, performa fisik menurun dan latihan yang dilakukan terasa lebih berat dari biasanya.

Jika dibiarkan, tubuh yang terus dipaksa berlatih dalam kondisi kehabisan energi akan rentan mengalami pusing, dehidrasi, hingga risiko cedera otot. Istirahat yang cukup dapat membantu mengembalikan keseimbangan energi sekaligus memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Selain itu, konsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks dan asupan cairan yang cukup sebelum serta sesudah gym sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

3. Pola tidur menjadi tidak teratur

ilustrasi tidur (pexels.com/Eren Li)
ilustrasi tidur (pexels.com/Eren Li)

Latihan gym seharusnya membantu memperbaiki kualitas tidur karena tubuh membutuhkan pemulihan. Namun ketika tubuh terlalu lelah, yang terjadi justru sebaliknya yakni sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidak merasa segar setelah bangun pagi adalah tanda bahwa sistem hormon terganggu akibat latihan berlebihan. Ketidakseimbangan hormon kortisol dan melatonin membuat siklus tidur tidak berjalan dengan baik.

Dampaknya tidak hanya sekadar rasa kantuk di siang hari, melainkan juga memengaruhi konsentrasi, emosi, hingga fungsi sistem imun. Tubuh yang kurang tidur semakin sulit pulih, sehingga kelelahan menumpuk. Memberikan jeda latihan, mengatur jam tidur lebih konsisten, serta menghindari latihan intens menjelang malam bisa membantu memperbaiki siklus istirahat.

4. Daya tahan tubuh mudah menurun

ilustrasi capek (pexels.com/Ivan Samkov)
ilustrasi capek (pexels.com/Ivan Samkov)

Ketika tubuh terlalu sering dipaksa berlatih tanpa pemulihan, sistem kekebalan tubuh akan ikut menurun. Kondisi ini ditandai dengan mudah terserang flu, batuk, atau infeksi ringan lain yang biasanya jarang dialami. Hal tersebut terjadi karena energi tubuh lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kerusakan otot daripada menjaga fungsi imun. Akibatnya, daya tahan tubuh tidak optimal dalam melawan virus dan bakteri.

Jika kamu mulai lebih sering sakit padahal sudah menjaga pola makan, itu sinyal tubuh perlu istirahat. Mengurangi frekuensi latihan atau mengganti dengan aktivitas ringan seperti stretching, yoga, atau jalan santai bisa membantu menjaga kebugaran tanpa menguras energi berlebihan. Tubuh yang sehat akan lebih mampu beradaptasi dan kembali bugar saat latihan berikutnya.

5. Suasana hati menjadi mudah terganggu

ilustrasi capek (pexels.com/Julia Larson)
ilustrasi capek (pexels.com/Julia Larson)

Selain tanda fisik, tubuh yang kelelahan juga bisa terlihat dari kondisi emosional. Latihan gym yang seharusnya memberi rasa segar justru berubah menjadi sumber stres. Rasa gelisah, mudah marah, atau kehilangan motivasi untuk berolahraga adalah tanda bahwa otak ikut terpengaruh oleh kelelahan fisik. Hormon stres seperti kortisol meningkat, sementara hormon bahagia endorfin tidak bekerja optimal.

Jika kondisi ini dibiarkan, olahraga yang seharusnya bermanfaat justru bisa membuat kesehatan mental menurun. Memberi waktu istirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar olahraga, serta menjaga pola makan seimbang akan membantu menstabilkan suasana hati. Ingat bahwa gym hanyalah salah satu bagian dari gaya hidup sehat, bukan kewajiban mutlak setiap hari.

Olahraga gym memang penting untuk menjaga kesehatan, tetapi tubuh tetap membutuhkan istirahat agar tidak kehilangan keseimbangan. Mengenali tanda-tanda tubuh yang mulai kewalahan akan membantu kamu terhindar dari cedera maupun masalah kesehatan lain. Dengan memberi waktu pemulihan yang cukup, hasil latihan justru akan lebih maksimal dan tubuh tetap bugar dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us