Persis Solo memulai babak kedua dengan bermain lebih agresif. Laskar Sambernyawa melakukannya demi memecah kebuntuan untuk mencetak gol. Itu terbukti setelah Persis menciptakan beberapa peluang ke gawang De Red FC.
Peluang pertama hadir pada menit ke-55. Persis Solo hampir mencetak gol melalui tendangan spekulasi Wbeymar Angulo. Hanya saja, eksekusi bola gelandang berpaspor Armenia tersebut masih dapat digagalkan Dimas Galih. Dimas tampil agresif di bawah mistar gawang De Red.
Persis Solo kian menciptakan banyak peluang pada paruh babak. Laskar Sambernyawa menebar ancaman ke gawang De Red lewat upaya Henry Doumbia, Theodore Leeming, Oktafianus Fernando, dan Feby Eka Putra. Namun, seluruh peluang tetap menemui jalan buntu untuk mengubah skor.
Di sisi lain, De Red melakukan perlawanan dengan mengandalkan taktik serangan balik. Mereka melakukannya ketika Persis Solo kehilangan penguasaan bola di lapangan. Itu membantu De Red untuk fokus memperkuat lini pertahanan. Bahkan, upaya The Red Bulls dalam mengamankan gawang dari kebobolan membuahkan hasil hingga akhir pertandingan. Itu membuat laga berakhir imbang dengan skor 0-0.