Semarang, IDN Times - Kembalinya Evandro Brandao menjadi penyelamat bagi PSIS Semarang yang berada di ambang zona degradasi Liga 1 2024/2025. Dua gol dari pemain asal Angola di empat pertandingan terakhir ini berhasil mengangkat posisi Mahesa Jenar di klasemen sementara.
Profil Evandro Brandao, Penyelamat PSIS Semarang dari Ambang Degradasi

1. Evandro sempat cedera di awal musim
Pemain di posisi striker ini sempat absen di awal musim karena cedera achilles. Cedera yang dideritanya saat berlatih di awal musim Liga 1 ini memaksanya untuk menepi hingga pekan ke-10.
Evandro Brandao mulai bisa dimainkan pada pekan ke-11 Liga 1 2024/2025 melawan Persik Kediri. Kembalinya striker berpaspor Angola dan Portugal ini membawa berkah bagi lini depan PSIS yang kini makin tajam.
Pemain berusia 31 tahun itu mencetak gol di laga PSIS melawan Persik Kediri dan Bali United. Pada pertandingan melawan Persik Kediri, Evandro menyumbang satu gol. Kemudian, Evandro bermain pada saat PSIS menjamu Bali United di Stadion Jatidiri dan mencatatkan satu gol serta satu assist yang membuat tuan rumah menang saat kembali ke Stadion Jatidiri.
2. Gebrakan Evandro bawa tren positif bagi PSIS
Gebrakan Evandro membawa tren positif bagi PSIS di peringkat klasemen. Semula PSIS berada di peringkat ke-15 dan kini berhasil bertahan di peringkat ke-13 dengan mengantongi 17 poin.
Lalu, siapa Evandro Brandao? Berikut profilnya.
Evandro merupakan pesepakbola kelahiran Luanda, Angola pada 7 Mei 1991. Pemain berusia 31 tahun itu memiliki pengalaman bermain di sejumlah tim elit Eropa, termasuk Benfica B dan tim junior Manchester United.
3. Pernah perkuat timnas Portugal kelompok usia
Ia pun pernah memperkuat timnas Portugal untuk kelompok usia U16, U17, U18, dan U19. Kemudian, Evandro hijrah ke Indonesia dan merumput bersama Rans Nusantara pada tahun 2023-2024.
Selanjutnya, pada musim Liga 1 2024-2025, ia dipinang PSIS Semarang menggantikan posisi Sudi Abdallah, yang juga mengalami cedera di pekan pertama.
Saat Evandro bermain, pelatih kepala PSIS Gilbert Agius pun merubah strategi dengan menempatkan pemain asal Portugal tersebut sebagai striker utama dan ditopang Gali Freitas sebagai second striker.
4. PSIS kembali tampil apik
Gilbert pun sempat menjelaskan bahwa formasi timnya akan disesuaikan dengan kebutuhan tim. Pelatih asal Malta itu mengakui bahwa PSIS telah kembali tampil apik dan terbukti mendominasi saat menghadapi Bali United, Rabu (11/12/2024) lalu di Stadion Jatidiri.
"Di babak pertama kami layak unggul meskipun seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol. Kami mendominasi dan bermain sesuai rencana," terangnya dalam jumpa pers beberapa waktu lalu.
"Walaupun kami kebobolan (babak kedua). Namun, menurut saya semua tim sudah bermain dengan baik. Saya apresiasi dan tiga poin ini bagus untuk kami," tandasnya.