Semarang Bidik 190 Emas di PORPROV Jateng 2026, Targetkan Juara Umum

Kota Semarang menargetkan 190 emas dan juara umum PORPROV Jateng XVII 2026, dengan 845 atlet berlaga di 57 cabang olahraga pada 25–30 Oktober.
Target tersebut melampaui raihan 186 emas pada PORPROV sebelumnya; Semarang telah menjadi juara umum pada 2009, 2013, 2018, dan 2023.
Sebagai salah satu tuan rumah dengan 29 lokasi pertandingan, Semarang menyiapkan atlet lewat pemusatan latihan serta berharap ajang ini menggerakkan UMKM, perdagangan, dan perhotelan.
Semarang, IDN Times – Kota Semarang membidik 190 medali emas untuk mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII 2026. Sebanyak 845 atlet disiapkan untuk bertanding dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut pada 25–30 Oktober 2026.
1. Para atlet ikuti 57 cabang olahraga

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas kontingen Kota Semarang dalam ajang PORPROV Jawa Tengah 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (20/10/2026). (dok. Pemkot Semarang) Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas kontingen Kota Semarang di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (20/10/2026). Para atlet akan berlaga pada 57 cabang olahraga (cabor), dengan Kota Semarang menjadi salah satu tuan rumah yang menyiapkan 29 tempat pertandingan.
“Kita berangkat dengan tekad mempertahankan juara umum, sekaligus membangun masa depan olahraga Kota Semarang yang semakin kuat,” ujarnya.
Target 190 medali emas dipasang untuk mempertahankan dominasi Kota Semarang di PORPROV Jawa Tengah. Untuk diketahui, kontingen Kota Semarang tercatat menjadi juara umum dalam empat penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut, yakni pada tahun 2009, 2013, 2018, dan 2023.
Pada PORPROV sebelumnya di Pati Raya, Kota Semarang mengoleksi 186 medali emas. Dengan target 190 emas tahun ini, kontingen diharapkan mampu melampaui capaian tersebut.
2. Cabor baru potensi sumbang medali

ilustrasi perkembangan dunia game dan esport (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Agustina menekankan, pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari penjaringan bakat sejak usia dini hingga pengembangan prestasi melalui Program Semarang Emas (PSE).
Menurutnya, pembinaan yang konsisten tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga dan membuka peluang pengembangan wisata olahraga atau sport tourism.
“Kita ingin prestasi olahraga tumbuh sebagai sebuah ekosistem yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan Kota Semarang sebagai pusat sport tourism yang membanggakan,” katanya.
Sementara, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, para atlet telah menjalani pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Ia menyebut sejumlah cabang olahraga baru, seperti barongsai, catur Cina, dan e-sport, berpotensi menyumbang medali bagi kontingen Kota Semarang.
3. Kota Semarang jadi salah satu tuan rumah

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas kontingen Kota Semarang dalam ajang PORPROV Jawa Tengah 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (20/10/2026). (dok. Pemkot Semarang) “Persiapan atlet sudah matang dan 60–70 persen hadir langsung hari ini dengan semangat luar biasa. Beberapa cabor baru berpotensi mendulang emas. Kami mohon doa restu warga Semarang agar kontingen kita kembali berjaya,” terang Arnaz.
Selain mengejar prestasi, penyelenggaraan PORPROV juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi Kota Semarang. Sebagai salah satu tuan rumah, Semarang berpeluang menggerakkan aktivitas UMKM, perdagangan, dan perhotelan melalui kedatangan atlet, ofisial, serta pendamping dari berbagai daerah.
Agustina berpesan agar para atlet menjaga disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Ia berharap kontingen Kota Semarang mampu meraih hasil terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.
“Jaga disiplin, junjung sportivitas, dan bawa nama baik Kota Semarang. Selamat berjuang, Semarang Ora Mundur, Semarang Juara!” pungkasnya.





















