Banyumas Bidik Lima Besar Porprov 2026, Panjat Tebing Jadi Andalan

Banyumas menargetkan masuk lima besar Porprov Jawa Tengah 2026 setelah sebelumnya finis peringkat kedelapan, dengan 395 atlet dan pelatih dari 33 cabang olahraga menjalani sentralisasi latihan.
Panjat tebing diproyeksikan menjadi penyumbang emas utama meski atlet dibatasi tiga nomor; gymnastic menargetkan sembilan medali melalui 10 atlet yang bertanding di aerobik, artistik, dan ritmik.
KONI Banyumas menilai keterbatasan venue latihan berstandar pertandingan masih menjadi tantangan, sehingga mendorong dukungan pemerintah, pengurus cabor, dunia usaha, pelatih, atlet, dan masyarakat.
Purwokerto, IDN Times – Kontingen Kabupaten Banyumas memasang target lebih tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 di Semarang Raya. Setelah menempati peringkat kedelapan pada ajang sebelumnya, Banyumas kini membidik posisi lima besar.
Ketua KONI Kabupaten Banyumas, Arie Suprapto, mengatakan target tersebut tidak hanya bertumpu pada satu cabang olahraga. Setiap cabor diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal, terutama dalam perolehan medali emas.
"Kami berharap semua cabang olahraga bisa menyumbangkan medali emas secara maksimal,"ujar Arie.
Untuk mengejar target tersebut, KONI Banyumas menggelar program training center atau sentralisasi yang diikuti 395 atlet dan pelatih dari 33 cabang olahraga. Selain pemusatan latihan di Purwokerto, delapan cabor menjalani latihan di luar daerah untuk menyesuaikan dengan lokasi pertandingan sekaligus melakukan adaptasi venue.
1. Panjat tebing diproyeksikan jadi mesin emas Banyumas

Cabor panjat tebing yang diharapkan kontingen Banyumas untuk mendulang emas dalam Porprov 2026 di Semarang Raya, Senin (5/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Salah satu cabor yang mendapat perhatian khusus adalah panjat tebing. KONI Banyumas menilai cabang ini memiliki peluang besar menyumbangkan medali emas dalam jumlah signifikan.
Namun, peluang tersebut harus disiasati karena setiap atlet kini dibatasi maksimal mengikuti tiga nomor pertandingan.
“Meski untuk cabor panjat tebing saat ini satu atlet maksimal tiga nomor, saya harap bisa mendulang emas yang signifikan,” kata Arie.
Selain panjat tebing, KONI berharap cabor lain mampu memaksimalkan peluang medali agar target lima besar tidak hanya menjadi ambisi di atas kertas.
2. Gymnastic tetap menjadi salah satu cabor yang dipantau

Selain panjat tebing, cabor Gymnastic juga diandalkan untuk meraup emas, Senin (5/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Di tengah persiapan kontingen, cabang gymnastic juga membawa target tersendiri. Federasi Gymnastic Indonesia (FGI) Banyumas menyiapkan 10 atlet dan tiga pelatih dengan sasaran sembilan medali, terdiri dari tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Para atlet disiapkan untuk tiga disiplin, yakni aerobik, artistik, dan ritmik. Sejumlah nomor bahkan dipertandingkan di luar Banyumas sehingga atlet membutuhkan persiapan teknis sekaligus adaptasi terhadap lokasi pertandingan.
Salah satu atlet yang menjadi perhatian adalah Noura Filia Puspita. Atlet berusia 15 tahun itu sebelumnya meraih medali perak nomor Trio Aerobic Gymnastic pada Porprov Pati Raya 2023.
Pengalaman tersebut menjadi modal untuk kembali memburu prestasi. Kali ini Noura akan turun pada nomor trio bersama Shafa Keinya Kencanadewi Rahardian dan Malya Athiyyah R.
Selain Noura, Banyumas juga menaruh harapan pada Ardiansyah yang akan tampil di nomor single putra aerobic gymnastic dan mix pair bersama Malya. Sementara Fredela Metica Berliana Putri dipersiapkan untuk nomor single putri aerobic gymnastic.
3. Fasilitas olahraga masih menjadi pekerjaan rumah

Fasilitas olahraga bagi atlet Banyumas masih menjadi perhatian serius untuk meningkatkan prestasi olaharga, Senin (5/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Target lima besar tidak hanya membutuhkan kesiapan atlet dan pelatih. KONI Banyumas juga menyoroti persoalan sarana dan prasarana olahraga.
Arie mengatakan masih terdapat sejumlah cabor yang membutuhkan fasilitas latihan sesuai standar pertandingan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas pembinaan atlet.
Ia mencontohkan gymnastic yang masih membutuhkan venue representatif untuk menunjang proses latihan. Menurutnya, kemampuan atlet akan lebih mudah berkembang apabila didukung fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga.
Sebaliknya, fasilitas menembak yang telah memenuhi standar disebut memberikan dampak positif terhadap pembinaan atlet Banyumas.
“Kami berharap ada perhatian ke depan dari pihak terkait untuk venue-venue olahraga guna meningkatkan prestasi. Kami juga berharap adanya dukungan dari para pengusaha lokal di Banyumas,” ujarnya.
Karena itu, KONI Banyumas mendorong kolaborasi pemerintah daerah, pengurus cabor, dunia usaha, pelatih, atlet, dan masyarakat. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan pembinaan olahraga tidak berhenti setelah Porprov selesai.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















