Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rutan Banyumas Ajarkan Warga Binaan Keterampilan Bikin Pempek

Kab. Banyumas
2 min read
Rutan Banyumas Ajarkan Warga Binaan Keterampilan Bikin Pempek
Beberapa perempuan yang sedang menjalani sebagai warga binaan di rutan banyumas (kaos biru) ketika diajarkan cara membuat pempek untuk bekal usaha pasca bebas, Minggu (27/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Rutan Kelas IIB Banyumas bersama PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto menggelar pelatihan pembuatan pempek tenggiri bagi warga binaan wanita pada 27 September 2026.

  • Peserta mempelajari bahan, pembuatan adonan, pembentukan, hingga pengolahan pempek siap santap dengan pendampingan petugas rutan dan organisasi mitra.

  • Keterampilan pempek diharapkan menjadi bekal usaha, termasuk produk siap santap atau beku, dalam rangka program pembinaan kemandirian yang melengkapi pelatihan produktif lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyumas, IDN Times – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas bersama PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto menggelar pelatihan pembuatan pempek tenggiri bagi warga binaan wanita, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mengolah pempek dari bahan mentah hingga siap disajikan.

  1. 1. Ada peran PC wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto

    IMG-20260927-WA0010_1_resize_90.jpg
    Salah satu perempuan binaan menggoreng pempek hasil latihan cara membuat yang diberikan oleh PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Minggu (27/9/206).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan bahan utama seperti ikan tenggiri giling, tepung sagu, serta bahan pendukung lainnya. Mereka kemudian mempraktikkan proses pembuatan adonan, membentuk pempek, hingga mengolahnya menjadi makanan siap santap.

    Pendampingan dilakukan petugas Rutan Banyumas bersama PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan karena dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah makanan yang memiliki nilai ekonomi.

    Petugas Rutan Banyumas, Fitri, mengatakan keterampilan tersebut diharapkan bisa menjadi bekal bagi peserta setelah menyelesaikan masa pembinaan.

    "Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak hanya bermanfaat selama berada di Rutan, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat,"ujarnya.

  2. 2. Bisa dikembangkan menjadi peluang usaha

    Sepiring pempek berbentuk bola disajikan dengan irisan lemon dan sambal cabai merah di atas piring putih.
    Membuat pempek dinilai dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi mandiri.(IDN Times/Foto: freepik)

    Selain menjadi keterampilan memasak, kemampuan membuat pempek dinilai dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi mandiri.

    Pempek dapat dijual sebagai makanan siap santap maupun dikembangkan dalam bentuk makanan beku atau frozen food.

    Peluang tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

    Pendamping dari PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Hanny atau Hani, turut memberikan pendampingan selama proses pelatihan.

  3. 3. Bagian dari pembinaan kemandirian di Rutan Banyumas

    Ilustrasi berbagai program pembinaan, meliputi kerajinan sumpit, hidroponik, maggot, pertanian, perikanan, dan memasak.
    Sebelumnya, berbagai program pembinaan telah dilakukan, di antaranya kerajinan berbahan sumpit, budidaya hidroponik, maggot, pertanian, perikanan, hingga keterampilan memasak.(IDN Times/Foto : AI)

    Pelatihan pempek bukan merupakan kegiatan keterampilan pertama yang diberikan kepada warga binaan di Rutan Banyumas.

    Sebelumnya, berbagai program pembinaan telah dilakukan, di antaranya kerajinan berbahan sumpit, budidaya hidroponik, maggot, pertanian, perikanan, hingga keterampilan memasak.

    Kerja sama dengan PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembinaan kepribadian dan kemandirian.

    Melalui program tersebut, Rutan Banyumas berupaya memberikan kegiatan produktif sekaligus keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More