5 Tips Mengatasi Oversharing dengan Rekan KKN, Awas Gak Sefrekuensi!

Fokus tujuan awal saat pengabdian

Intinya Sih...

  • Sebelum KKN, mahasiswa diwajibkan melakukan pengabdian di desa.
  • Selama KKN, penting memperhatikan topik pembicaraan agar tidak oversharing.
  • Penting mengenali karakter rekan KKN dan tetap fokus pada tujuan awal pengabdian.

Masa-masa menjelang akhir di perkuliahan, seringkali mahasiswa di Indonesia diwajibkan untuk melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau bisa disingkat KKN. Pada umumnya, banyak hal yang akan terjadi selama KKN tersebut. Selain melakukan pengabdian di desa dan berusaha memberikan dampak positif, tentu saja teman-teman baru selama KKN akan didapatkan dengan mudah.

Saat momen KKN seringkali teman sekelompok dipilih secara acak dan berbeda jurusan. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi beberapa mahasiswa yang kesulitan dalam beradaptasi satu sama lain. Namun, bagi sebagian besar akan merasa senang dan banyak cerita yang dibagikan masing-masing. Namun, ada hal-hal yang sebaiknya kamu perhatikan dengan sesama rekan di KKN saat berbagi cerita. Berikut 5 tips supaya kamu lebih berhati-hati dan mengatasi oversharing kepada mereka. Keep scrolling!

1. Pertimbangkan topik yang sedang dibicarakan

5 Tips Mengatasi Oversharing dengan Rekan KKN, Awas Gak Sefrekuensi!ilustrasi mahasiswa belajar bersama dosen (pexels.com/Karolina Grabowska)

Saat pelaksanaan KKN, selama waktu pengabdian akan banyak hal yang harus dilakukan. Misalnya ketika berdiskusi untuk membahas rencana pelaksanaan program kerja di desa tersebut. Supaya tidak terasa membosankan, biasanya akan diselipkan obrolan ringan dan beragam topik di dalamnya untuk lebih akrab satu sama lain.

Nah, kamu wajib memperhatikan serta mempertimbangkan topik apa yang sedang dibahas. Jika memang mulai membahas hal-hal secara pribadi, sebaiknya kamu lebih berhati-hati. Seringkali, seseorang yang hobi bercerita akan terbiasa dan tidak menyadari bahwa ceritanya berlebihan sudah disampaikan, hingga menyangkut masalah keluarga ataupun hal-hal personal lainnya.

2. Hindari membahas masalah pribadi di depan kelompok

5 Tips Mengatasi Oversharing dengan Rekan KKN, Awas Gak Sefrekuensi!ilustrasi bertengkar dengan sahabat (pexels.com/Liza Summer)

Penting untuk kamu menghindari pembahasan bersifat pribadi di depan kelompok. Misalnya ketika kamu sedang mempunyai kendala dengan masalah finansial, maka hindari membahas di depan mereka secara terang-terangan. Sekalipun kamu membutuhkan bantuan dari mereka, namun sebaiknya ceritakan pada beberapa orang saja saat waktunya sudah tepat.

Jangan sampai masalah pribadi kamu ceritakan di depan forum umum. Sekalipun teman KKN yang memang akan membersamai kamu selama beberapa bulan ke depan. Karena kamu tidak akan tahu apa yang dilakukan mereka setelah ceritamu selesai.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Menjadi Mahasiswa Berprestasi, Begini Caranya

3. Kenali karakter setiap teman selama kegiatan

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

5 Tips Mengatasi Oversharing dengan Rekan KKN, Awas Gak Sefrekuensi!ilustrasi sedang konsultasi (pexels.com/cottonbro studio)

Sebagai teman KKN yang akan bersama-sama dalam fase pengabdian, penting untuk kamu mengenali karakter masing-masing dari mereka. Jangan sampai kamu hanya fokus pada program kerja, tapi enggan memahami karakter satu sama lainnya. Cobalah sedikit lebih dekat secara bertahap, dan mulailah melakukan pembahasan yang menarik.

Belajar dan mengabdi bersama-sama di desa bukanlah hal yang mudah. Sehingga, dengan kamu memahami karakter satu sama lain akan membuat kegiatan KKN lebih berkesan. Setidaknya kamu lebih berhati-hati dalam bersikap dan memilah topik yang sesuai tanpa menyinggung perasaan satu sama lainnya.

4. Jangan terlibat deeptalk hanya dengan beberapa rekan secara berlebihan

5 Tips Mengatasi Oversharing dengan Rekan KKN, Awas Gak Sefrekuensi!ilustrasi mahasiswa sedang berdiskusi (pexels.com/Yan Krukau)

Banyak yang mengira bahwa oversharing terjadi saat membahas masalah pribadi di depan umum. Padahal, obrolan ataupun bercerita bersama beberapa orang juga berpotensi menimbulkan oversharing. Misalnya kamu melakukan deeptalk bersama salah satu orang di KKN tersebut.

Seringkali karena kamu merasa sefrekuensi dan terlanjur percaya, banyak cerita berlebihan yang kamu sampaikan. Padahal, belum tentu dia bisa menjaga rahasia kamu. Ingatlah bahwa KKN tidak selamanya, itu hanya berlangsung beberapa bulan saja. Jadi, ada baiknya kamu tetap bersikap biasa saja dan tidak membeda-bedakan terhadap semuanya.

5. Fokus tujuan awal KKN dan program yang menjadi tanggung jawab

5 Tips Mengatasi Oversharing dengan Rekan KKN, Awas Gak Sefrekuensi!ilustrasi sedang bekerja (pexels.com/Ono Kosuki)

Oversharing terjadi ketika banyak momen senggang tanpa ada kegiatan yang menyibukkan. Biasanya fase-fase tersebut akan menambah keakraban satu sama lain. Namun, tetap saja penting untuk kamu kembali mengingat tujuan awal di KKN tersebut.

Sekalipun momen senggang pasti ada, namun usahakan kamu tetap ingat tujuan awal mengapa harus melakukan pengabdian di tempat tersebut. Batasi diri kamu ketika merasa hal-hal tidak nyaman mulai memaksa untuk bercerita secara luas. Alihkan pembahasan jika memang mereka mulai benar-benar penasaran dan ingin tahu segala hal, bahkan yang menyangkut masalah pribadi.

Kesimpulannya, sikap oversharing tentu tidak baik jika berlebihan dilakukan. Apalagi di tempat KKN bersama teman-teman yang bahkan kamu baru mengenalnya selama beberapa hari. Paling penting tetap fokus pada tujuan awal dan jangan sampai berlebihan membahas hal-hal personal. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk mengikuti KKN tanpa oversharing?

Baca Juga: 5 Cara Menulis Esai Beasiswa yang Menarik, Yakin Lolos Seleksi! 

Moch Abdul Aziz Photo Community Writer Moch Abdul Aziz

Aktif sharing seputar kepenulisan di Instagram dan TikTok @abdulaziz.writer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya