Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19

Musisi Semarang kerjasama dengan Baznas

Semarang, IDN Times - Lengkingan suara seorang perempuan terdengar dari dalam kafe Kartika Grand Bistro, di Kompleks Museum Mandala Bhakti, Semarang.

Perempuan tersebut terdengar sedang melatih intonasi vokalnya. Sementara para pria sibuk mempersiapkan berbagai macam peralatan sound sistem untuk pagelaran konser musik yang akan digeber Minggu (20/12/2020) malam.

Kesibukan memang sangat terasa di pelataran Museum Mandala Bhakti Semarang. Beberapa pemusik berlatih di atas panggung sebelum konser dimulai.

"Nanti Congrock yang tampil duluan. Setelah itu baru band kita ikut tampil. Jadi kita dapat sesi nge-band sejam dan terakhir ditutup sama penampilan congrock lagi," kata Hari Djoko Santoso, seorang alumni SMA Masehi 1 Tanah Mas, Kota Semarang, saat berbincang dengan IDN Times, di sela cek sound di sisi kiri panggung konser.

1. Konser musik jadi alat merajut silaturahmi antar alumni SMA Masehi

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19Suasana reuni SMA Masehi 1 Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Acara yang dihelat malam ini terasa istimewa baginya. Sebab, kali ini konser musik bertajuk Real Friends Night menjadi ajang silaturahmi untuk para alumni SMA Masehi 1 Semarang.

Hari mengatakan banyak rekan-rekannya dari alumni SMA Masehi 1 yang notabene dikenal sebagai anak band semasa sekolah dulu, saat ini bisa turut tampil sekaligus bereuni dengan teman seangkatannya.

"Kita kepengin menunjukan kalau para musisi dari alumni Masehi masih aktif sampai sekarang. Apalagi sejak tahun lalu kita sudah bentuk band bernama Mahes One Big Band. Anggotanya ada 20 orang lebih," kata bapak tiga anak dan satu cucu tersebut.

Baca Juga: Baznas: Perpres Zakat Tidak Potong Gaji PNS Tanpa Persetujuan

2. Para alumni SMA Masehi yang bereuni sepakat bentuk grup band

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19Suasana konser alumni SMA Masehi bersama congrock. IDN Times/Fariz Fardianto

Hari mengaku sebuah konser musik bisa menjadi media untuk memperkuat pertemanan sekaligus memperkuat eksistensi para alumni agar masyarakat bisa mengetahui bahwa musisi dari jebolan SMA Masehi masih memiliki hubungan yang sangat erat sampai saat ini.

Grup bandnya semula terbentuk dari niatan puluhan alumni SMA Masehi yang ingin aktif bermusik lagi. Sekitar setahun lalu, ia pun berusaha mengumpulkan sejumlah alumni sekolahannya untuk menggelar reuni.

"Dari angkatan alumni tahun 1973-1996 kita kumpulkan semua buat berbagi rasa, berbagi cerita. Kita yang dari musisi sekalian tampil memeriahkan acaranya. Ternyata sambutannya sangat bagus. Dengan mengumpulkan musisi malah bisa mendatangkan lebih banyak lagi alumni sekolah Masehi. Itu yang akhirnya kita kompak bikin band sendiri," ujar warga Kampung Candi Prambanan, Pasadena Semarang Barat tersebut.

3. Para musisi sempat kehilangan pekerjaan selama pandemik COVID-19

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19hipwee.com

Meski demikian, perjalanan grup bandnya tak begitu mulus saat memasuki tahun 2020. Terlebih lagi wabah virus Corona yang melanda Indonesia termasuk Kota Semarang telah membuat segala sektor berhenti total. Tak terkecuali dunia hiburan di Ibukota Jateng ikut mandek menyusul banyaknya resto dan kafe yang memilih tutup sejak awal masa pandemik.

Ia yang menjadi pengurus Komite Musik Dewan Kesenian Semarang (Dekase) pun tergerak untuk memotivasi teman-temannya agar tetap survive menghadapi masa pandemik COVID-19.

"Minimal kita harus bikin kegiatan agar tidak putus asa menghadapi situasi seperti sekarang. Caranya kita mesti saling ngasih dukungan buat teman-teman yang membutuhkan biaya hidup. Soalnya kan musisi itu sama kayak tukang ojek dan warga lainnya yang menjadi korban pandemik COVID-19. Ketika kafe-kafe, restoran memilih tutup total, otomatis kan kita gak bisa dapat uang lagi, karena gak tempat manggung," akunya.

Baca Juga: Pandemik COVID-19, Donasi Zakat Baznas Justru Naik 2 Kali Lipat

4. Musisi SMA Masehi membuat konser sesuai protokol kesehatan

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19Suasana konser musik alumni SMA Masehi Semarang di Museum Mandala Bhakti. IDN Times/Fariz Fardianto

Ia bersama grup bandnya lalu manggung di salah satu kafe milik temannya untuk menyemarakan suasana dengan harapan dagangannya kembali laku. Tepat bulan Februari 2020 merupakan sebuah titik balik bagi dirinya untuk memberikan dukungan buat teman-temannya yang kesusahan. 

Saat itu, Hari memutuskan menggelar konser reuni akbar SMA Masehi 1 di kantor RRI Jalan Ahmad Yani Semarang. Menurutnya momentum tersebut mampu mendatangkan 250 penonton dan hampir seratus alumni. 

Dengan menerapkan protokol kesehatan mulai memakai masker, menghindari kerumunan dan peserta harus mencuci tangan, acara reunian SMA Masehi tersebut bisa dibilang berjalan cukup sukses.

"Ada 20 teman-teman musisi yang kita kumpulkan, penontonnya ada 250 orang dan alumninya sekitar 75-96 orang. Rata-rata mereka yang hobi bermusik. Mereka yang belum tentu hadir di acara reuni biasa, kemudian hadir di RRI. Ini spesial karena selama ini kita belum pernah reunian dalam jumlah besar. Untuk itulah kita pasang tagline-nya friends forever," terangnya.

Setelah dibuat WhatsApp Grup, Hari bilang komunikasi antar temannya semakin lancar. Ia berkata situasi pandemik COVID-19 harus tetap diisi dengan ragam kegiatan bermusik guna mengusir kejenuhan saat di rumah.

"Intinya kalau gak ada kegiatan musik ya bahaya," cetusnya.

5. Para musisi kumpulkan dana amal untuk memulihkan kondisi COVID-19

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19Ilustrasi kotak amal (web/tribun jateng)

Di tanggal 16 Oktober kemarin, katanya grup bandnya kembali menggelar acara di sebuah kafe Jalan Citarum untuk menggiatkan acara musik di Semarang. Genre yang dimainkan beragam. Mulai pop, jazz, rock hingga dangdut.

Semua alumni sekolahnya yang hobi main musik, bisa bergabung di bandnya. Respon teman-temannya cukup antusias untuk bergabung dalam grup bandnya. Sampai-sampai ia bisa punya tiga drummer yang tampil bergiliran.

Dalam acara konser di kafe Jalan Citarum itu, Mahes One Big Band memperoleh anggaran Rp15 juta untuk sekali tampil. Selama acara berlangsung, Hari dan teman-temannya juga mampu mengumpulkan dana amal sebesar Rp11 juta.

"Habis itu kita mikirnya uang donasi amal yang dikumpulkan mau dikemanain. Setelah rembugan, ya akhirnya kita putuskan buat mengirimkan ke Baznas Semarang aja. Ini insiatif dari kita sekalian beramal untuk meringankan beban warga Semarang yang terdampak pandemik COVID-19," bebernya.

Keputusannya untuk mengirim dana amal kepada Baznas semata untuk menunjukan bila para musisi juga bisa membantu para korban pandemik COVID-19. 

"Soalnya kita pernah dibantu oleh Baznas sekitar Mei dan Juni dalam bentuk pemberian sembako. Waktu itu sebagai musisi kita sama sekali gak ada kerjaan. Di sela kesibukan jualan masker dan kaos, Baznas ujuk-ujuk ngasih bantuan ke kita, karena dilihat bantuan dari Disbudpar masih kurang. Dari 80 musisi yang dibantu Disbudpar, sisanya ditutup sama bantuan dari Baznas," ujarnya.

"Ya saya ngerasa kita harus bisa merespon balik dong. Maka saya sampaikan ke Baznas kalau musisi bisa juga nih ikut peduli kepada korban pandemik. Kita putuskan transfer uang donasi amalnya ke Baznas. Karena dia sudah percaya sama kita. Jadinya, kita yang harus berbalas yang baik juga. Uang Rp11 juta sebagai bentuk zakat dan amal sebab Baznas sudah sangat peduli kepada musisi," paparnya.

6. Para musisi SMA Masehi gencar menghimpun donasi

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19efidrew.wordpress.com

Ia mengatakan beruntung Baznas memberikan respon yang positif atas donasi amal yang dikirimkannya. Hari berkata usai menjalin kerjasama dengan Baznas, dirinya semakin optimistis bisa menggeber berbagai acara konser kecil-kecilan untuk menghidupkan suasana Kota Semarang. 

Beberapa kali grup bandnya masih berusaha menggalang bantuan bagi teman-temannya yang membutuhkan. Misalnya mengumpulkan uang Rp20 juta demi membantu seorang temannya yang sedang terbaring sakit.

"Kita sekarang main musiknya tetap jalan terus. Kita bikin konser-konser kecil. Kita tetap jaga silaturahmi sama teman-teman agar bisa memberi dampak yang bagus. Efeknya memang banyak alumni di Masehi yang ikut iuran ngasih biaya sponsor acara, latihan sampai membuatkan kaos," lanjutnya.

7. Alumni SMA Masehi 1 memberikan respon positif

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19Alumni SMA Masehi Semarang berkumpul sambil melihate konser di Museum Mandala Bhakti. IDN Times/Fariz Fardianto

Sedangkan bagi Ari, seorang alumni SMA Masehi 1 Semarang, acara konser yang digeber Mahes One Big Band memang cukup membantu para alumni yang sedang kesusahan mencari biaya hidup selama masa pandemik. 

"Saya kenal mereka. Bisa dilihat yang mereka lakukan memberi efek yang baik buat kita yang pernah sekolah di SMA Masehi 1," katanya.

8. Grup musik SMA Masehi yang tadinya sebagai mustahik, sekarang menjadi muzakki

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19muslimaidusa.org

Dilain pihak, menurut Muhammad Asyhar, Manajer Baznas Kota Semarang, apa yang sudah dilakukan oleh para musisi yang tergabung dalam grup Mahes One Big Band merupakan wujud kepedulian untuk membantu sesama insan yang membutuhkan. 

"Pak Hari dan grup musiknya di SMA Masehi bisa menunjukan kalau mereka tidak hanya menjadi seorang mustahik atau penerima zakat. Melainkan juga menjadi muzakki atau para wajib zakat. Dan tindakannya sangat kami apresiasi," imbuhnya kepada IDN Times secara terpisah.

Baca Juga: Berdayakan Desa di 20 Provinsi, BAZNAS Sembelih Kurban di 43 Titik

9. Baznas terima donasi amal dari masyarakat mencapai Rp1,5 miliar

Meraih Empati Musisi Demi Menghimpun Dana Amal COVID-19IDN Times/BAZNAS

Ia menjelaskan donasi amal yang terkumpul dari berbagai lapisan masyarakat selama masa pandemik saat ini mencapai Rp1,5 miliar. 

Uang sebesar itu merupakan capaian diluar dugaannya mengingat saat pandemik sumber pemasukan Baznas cenderung kurang maksimal. Dari yang awalnya para pengusaha sering memberikan donasi, kini praktis jumlahnya berkurang drastis.

Uang donasi amal terhimpun dari tingkat RT, RW, kampung-kampung sampai tingkat kecamatan dan kelurahan. 

Nominal uang yang ditransfer melalui rekening Baznas ada yang senilai Rp2.000, Rp10 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Wilayah yang paling banyak menyumbangkan donasinya tersebar di Kecamatan Pedurungan dan Banyumanik dengan jumlah penduduk yang sangat padat. 

"Kita tidak bisa memungkiri kalau pandemik COVID-19 telah memukul segala sektor ekonomi. Pengusaha yang tadinya jor-joran, sekarang juga mulai membatasi karena mereka gak ada penghasilan. Tapi, Allhamdullilah kita sangat bersyukur dari sumber donasi yang diberikan oleh masyarakat, kita menjadi sangat terbantu. Jumlahnya sekarang sudah sebesar Rp1,5 miliar," urainya 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Baznas Luncurkan 3 Buku tentang Pemanfaatan Media Sosial 

Topik:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya