TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kasus COVID-19 Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka di Semarang Ditunda 

60 persen ortu siswa setuju belajar tatap muka

Ilustrasi siswa sekolah dasar belajar online. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan Kota Semarang menunda rencana pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada bulan Januari 2021. Hal itu dilakukan setelah melihat perkembangan kasus COVID-19 yang masih tinggi di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Baca Juga: 179 Siswa SMK Negeri Jateng Positif COVID-19 Usai Uji Coba Tatap Muka

1. Penundaan belajar tatap muka di Semarang menyusul surat dari Gubernur Jateng dan Sekda Kota Semarang

Ilustrasi sekolah tatap muka. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, pembelajaran tatap muka untuk siswa jenjang TK, SD dan SMP di Kota Semarang sudah siap dan akan dilaksanakan sesuai rencana. Namun, karena ada surat dari Gubernur Jateng dan Sekda Kota Semarang untuk menunda, akhirnya tidak jadi diselenggarakan.

‘’Sebetulnya sudah disiapkan apapun terkait dimulainya pembelajaran tatap muka di Semarang. Akan tetapi, karena kasus COVID-19 masih tinggi dan ada surat dari gubernur dan sekda untuk sementara kami tunda dulu realisasi pembelajaran tatap muka di sekolah,’’ ungkapnya saat dihubungi, Senin (4/1/2021).

2. Kepala sekolah dan guru yang kena COVID-19 juga menjadi alasan pembelajaran di sekolah ditunda

Ilustrasi Profesi (Guru) (IDN Times/Mardya Shakti)

Selain itu, penundaan pembelajaran tatap muka ini juga melihat bahwa ada sejumlah kepala sekolah, guru, dan warga di lingkungan sekolah yang terinfeksi virus corona. Maka, pada semester baru di awal bulan Januari ini para siswa tetap melanjutkan pembelajaran daring. 

Menurut Gunawan, saat ini yang terpenting guru dapat melakukan inovasi pembelajaran agar siswa lebih mengerti dan memahami pelajaran yang diberikan meskipun tidak bertatap muka. Langkah ini harus terus dilakukan hingga kasus COVID-19 turun dan memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah.

‘’Untuk memulai pembelajaran tatap muka kami tetap berpatokan pada keputusan empat menteri yang berisi bahwa pembelajaran diserahkan ke daerah masing masing dengan melihat zona risiko COVID-19. Jadi kalau Semarang bisa masuk zona kuning atau hijau baru boleh melaksanakan pembelajaran di sekolah,’’ katanya.

Baca Juga: 15.488 Tenaga Kesehatan di Semarang akan Disuntik Vaksin Sinovac

Berita Terkini Lainnya