TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ruwat Usir Genderuwo, Dukun Tenggelamkan Aisyah Sampai Mati

Ortu Aisyah basuh jasad anaknya dengan tisu

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)

Temanggung, IDN Times - Aparat Polres Temanggung bergerak cepat dalam menangani kasus kematian Aisyah, bocah berusia tujuh tahun yang jasadnya disimpan empat bulan oleh orangtuanya.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi menyatakan personelnya telah menangkap empat orang yang diduga kuat terlibat dalam kematian bocah malang tersebut.

"Saat ini kita sudah menangkap empat pelaku," katanya dalam keterangan yang didapat IDN Times, Rabu (19/5/2021).

Baca Juga: Aisyah, Bocah yang Ditemukan Jadi Mumi Diduga Korban KDRT

1. Orangtua dan dukun ditangkap polisi

Kapolres Temanggung membeberkan kronologi kematian Aisyah. Dok Humas Polres Temanggung

Keempat pelaku yang dimaksud Benny yaitu ayah kandung Aisyah yang berinisial M (43), ibu kandung Aisyah berinisial S (39). Kemudian seorang dukun berinisial H (56) dan asisten dukun berinisial B (43). 

Ia menyebut bahwa seorang dukun berinisial H telah membisiki orangtua Aisyah kalau anak tersebut keturunan genderuwo. Selanjutnya H memerintahkan agar Aisyah disembuhkan degan cara tubuhnya dibersihkan. 

2. Dukun bisiki orangtua Aisyah untuk meruwat dengan menenggelamkan kepala korban

Ilustrasi kekerasan pada Anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasakan hasil penyelidikan, personelnya memperoleh informasi jika kejadian ruwatan itu dilakukan bulan Januari di rumah Aisyah.

Dukun berinisial H ini juga mengajak seorang temannya untuk jadi asistennya saat meruwat Aisyah.

Ayah dan ibunda korban juga diajak menenggelamkan kepala korban ke bak mandi berulang kali sampai korban tidak sadar. Kemudian korban dibawa ke kamar untuk ditidurkan hingga meninggal dunia.

3. Ayah dan ibu Aisyah rela basuh tubuh anaknya dengan tisu

pinterest/Brinnan Martin

Lebih mirisnya lagi, pihaknya mendapati pengakuan jika sang dukun bersikeras meyakinkan orangtua Aisyah bahwa anaknya akan hidup kembali dan berubah jadi anak yang tidak nakal.

Atas bujuk rayu sang dukun, kedua orangtua Aisyah masih berusaha merawat anaknya yang terbaring di tempat tidur selama empat bulan. Ayah maupun ibunya bahkan merawat Aisyah yang sudah meninggal layaknya orang yang masih hidup.

Hampir seminggu dua kali, sang ayah membersihkan tubuh Aisyah. Dan sang ibu juga membersihkan tubuh anaknya itu memakai tisu.

"Atas laporan dari kakeknya, akhirnya bersama perangkat desa Bejen melaporkan kematian Aisyah yang jenazahnya disimpan empat bulan di dalam kamar. Mereka akhirnya melaporkan pada kami," ujarnya.

4. Empat pelaku dijerat ancaman penjara 15 tahun

Ilustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Benny bilang keempat pelaku kini dijerat pasal berlapis yakni Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan pelaku terancam dengan pidana penjara maksimal 15 tahun serta denda Rp3 miliar.

Baca Juga: Polisi Periksa Orang Tua Aisyah yang Ditemukan Jadi Mumi di Temanggung

Berita Terkini Lainnya