TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tertunda saat Pandemik, 84 Ribu Calhaj Semarang Akhirnya Bisa Naik Haji Tahun Ini

Tapi ada juga yang batalkan keberangkatan karena banyak faktor

Calhaj laki-laki asal PPU tahun 2022 (IDN Times/Ervan)

Semarang, IDN Times - Sebanyak 1.784 calon jemaah (calhaj) asal kloter Semarang dipastikan bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah tahun 2023. Dari jumlah itu, sebanyak 50 persen atau sekitar 84 ribu adalah calhaj yang tertunda keberangkatannya tahun 2020.

Baca Juga: Amphuri Jateng Minta Pemerintah Perbaiki Sistem Antrean Keberangkatan Ibadah Haji

1. Sebanyak 84 ribu calhaj sudah lunasi biaya keberangkatan haji Rp38 juta

Suasana Jamaah Haji di depan Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah (IDN Times/Umi Kalsum)

Kepala Kemenag Kota Semarang, Mukhlis Abdillah mengatakan, sebanyak 84 ribu orang itu merupakan kategori calon jemaah lunas tunda. Artinya mereka sudah melunasi pembayaran biaya haji akan tetapi tertunda keberangkatannya karena ada pandemik global. 

"Tapi yang jelas mereka sudah melunasi pembayaran untuk biaya haji tahun 2020 yaitu sebesar Rp38 juta," kata Mukhlis kepada IDN Times, Rabu (1/3/2023). 

2. Masih jalani pemeriksaan kesehatan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyapa para calhaj di Asrama Haji Donohudan Boyolali. (Dok Humas Pemprov Jateng)

Menurutnya puluhan calhaj yang sempat tertunda keberangkatannya masih menjalani proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Dinas Kesehatan. 

"Sekarang mereka sedang diperiksa kondisi kesehatan oleh Dinkes untuk mengecek apakah fisiknya dan mentalnya masih memungkinkan untuk berangkat atau tidak. Jadi yang berangkat tahun ini totalnya 1.784. Rinciannya, 50 persen calon jemaah yang lunas tunda, sisanya mereka yang memang punya jadwal keberangkatan tahun ini," tambahnya.

3. Biaya haji mulai tahun 2023 naik jadi Rp49 juta

Kepulangan jemaah haji 2022. (dok. Angkasa Pura I)

Selain itu, pihaknya memastikan mulai 2023 biaya ibadah haji mengalami kenaikan menjadi Rp49 juta sampai Rp50 juta lantaran berkurangnya jumlah subsidi dari pemerintah pusat. 

Ia mengaku naiknya biaya ibadah haji telah disesuaikan dengan hasil survei di lapangan. Kemenag RI, katanya telah menyepakati kenaikan biaya ibadah haji bersama DPR RI guna menyesuaikan nilai tukar Dolar dan nilai tukar Riyal. 

"Karena banyak komponen pelayanan haji yang menggunakan mata uang asing, maka berdasarkan survei lapangan diputuskan tahun ini kenaikan biaya ibadah haji berkisar Rp49 juta hingga Rp50 juta. Memang kenaikan biaya dibebankan ke jemaah sebab subsidi yang dialokasikan pemerintah hanya 46 persen," akunya. 

Baca Juga: Ada 1.784 Calon Haji dari Semarang, 36 Orang Berusia 80 Tahun   

Berita Terkini Lainnya