10 Sapi yang Mati di Cepoko Gunungpati Semarang Terinfeksi Penyakit Ngorok

Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan dan Peternakan Hewan (Disnak Keswan) Jawa Tengah mempertebal pengawasan terhadap kegiatan lalu lintas ternak guna mengantisipasi sebaran penyakit Septicaemia Epizootica (SE). Pasalnya penyakit SE atau kerap disebut ngorok telah menyebabkan 10 sapi milik peternak Kelurahan Cepoko Gunungpati Semarang mati mendadak.
1. Keswan tingkatkan pengawasan lalu lintas ternak

Kabid Verteriner Disnak Keswan Jateng, Irna Kartikawati, mengatakan kegiatan pengawasan lalu lintas ternak sebenanya kerap dilakukan Kementan. Mulai dari mengawasi masuknya ternak ternak dari propinsi ke propinsi lainnya.
"Pembatasan khusus gak ada tapi dari Kementan pengawasan memang ada lalu lintas hewan dari pusat menuju provinsi dan lintas batas, maka karena kejadian ini pengawasannya ditingkatkan," kata Irna saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/8/2024).
2. Berikan surat edaran ke Semarang

Pihaknya pun sudah menyebarluaskan surat edaran kepada Dinas Peternakan Kota Semarang untuk mencegah meluasnya penyakit ngorok di sentra peternakan. Dalam edaran tersebut sudah dijelaskan sejumlah poin yang perlu diperhatikan pasca munculnya penyakit ngorok di Gunungpati.
"Yang kami lakukan dengan surat edaran (SE) sudah banyak banyak poin-poinnya. SE berlaku untuk Dinas Kota Semarang," terangnya.
3. Daftar ciri-ciri penyakit ngorok

Apabila ditemukan penyakit ngorok di kabupaten lainnya, maka pihaknya menyarankan peternak untuk melapor ke Dinas Keswan setempat.
Kemudian juga dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium. "Kalau dari kabupaten lain harus ada pengambilan sampel. Harus dibuktikan dari pengambilan sampel, jadi tidak bisa melihat dari gejalanya saja. Perlu dibuktikan dari uji laboratorium," tegasnya.
Penyakit ngorok sendiri ciri-cirinya seperti gangguan pernapasan, penurunan nafsu makan hingga yang paling parah ternak tersebut kehilangan nafsu makan. "Kalau napasnha sudah jadi ngorok, gak mau makan ya harus dilolohke," akunya.
Lebih jauh, penyakit ngorok kerap muncul karena terpengaruh suhu udara dan dari lalu lintas terkini!
"Makanya harus ada edukasi ke masyarakat terkait dengan penyakit PHMS (Penyakit Hewan Menular Strategis) ini," paparnya.





















