Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bakti Perdami, JEC Anwari Purwokerto Gelar Operasi Katarak Gratis

Bakti Perdami, JEC Anwari Purwokerto Gelar Operasi Katarak Gratis
Peringati hari persatuan dokter mata Indonesia, JEC Anwari Purwokerto gelar operasi katarak gratis bagi warga di Banyumas, Senin (13/7/2026).(IDN Times/Foto: Dok. JEC)
Intinya Sih
  • Klinik Mata JEC ANWARI Purwokerto menggelar operasi katarak gratis dalam program nasional One Doctor One Sight untuk memperluas akses pengobatan mata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Rusin, warga Desa Kasegeran berusia 63 tahun, menjadi salah satu penerima manfaat operasi gratis dan merasakan pelayanan cepat serta profesional meski tanpa kepesertaan BPJS Kesehatan.
  • Kegiatan ini bagian dari Bulan Bakti PERDAMI 13–24 Juli 2026 yang bertujuan menekan angka kebutaan akibat katarak dengan mendorong pemeriksaan dini dan pemanfaatan teknologi operasi modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyumas, IDN Times – Bagi sebagian orang, rabun karena katarak mungkin terdengar biasa saja. Tapi bagi yang mengalaminya, hal-hal sederhana seperti membaca SMS, menyeberang jalan, atau melihat wajah cucu bisa menjadi sangat sulit.

Kondisi tersebut kini sedang diatasi melalui bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto, Senin (13/7/2026). Menurut data Persatuan dokter mata Indonesia atau PERDAMI bersama Kementerian Kesehatan, 81,2% kasus kebutaan pada orang berusia 50 tahun ke atas di Indonesia disebabkan oleh katarak.

Gejalanya muncul secara perlahan: pandangan berkabut, silau terhadap cahaya, warna tampak pudar, hingga kesulitan melihat di malam hari. Jika dibiarkan, bisa berujung pada kebutaan total. Padahal, kondisi ini bisa disembuhkan melalui operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan. Teknologi saat ini sudah semakin presisi dan aman.

1. Operasi katarak dengan pendampingan menyeluruh

Seorang dokter mengenakan jas putih dengan logo JEC berbicara di depan poster layanan kesehatan mata di Purwokerto.
dr. Kukuh Prasetyo, kepala JEC Anwari Purwokerto sebut bahwa pihak melakukan pendampingan secara menyeluruh teehadap warga yang operasi katarak, Senin (13/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Rangkaian operasi katarak tersebut mencakup pendaftaran, skrining, pemeriksaan penunjang, operasi bagi yang memenuhi kriteria medis, hingga kontrol pasca operasi H+7. Bukan hanya operasi lalu ditinggal, tapi pendampingan secara menyeluruh.

Kegiatan ini masuk dalam program nasional "Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat" atau One Doctor One Sight. Tujuannya memperluas akses pengobatan mata bagi masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan biaya.

Dr. Kukuh Prasetyo, SpM, Kepala Klinik JEC ANWARI Purwokerto, menekankan bahwa kemampuan melihat kembali bukan sekadar masalah kesehatan.

"Ini soal bisa baca lagi, kerja lagi, ibadah lebih tenang, kenal wajah keluarga, sampai jalan keluar rumah dengan aman. Harapannya semakin banyak yang dapat kesempatan buat hidup lebih mandiri,"ujarnya.

2. Cerita warga kasegeran dapat operasi katarak gratis

Seorang pria duduk di kursi dengan perban di mata kanannya setelah menjalani operasi katarak gratis di Banyumas.
Rusin, warga desa Kasegeran, Banyumas mengaku bahagia karena dapat operasi katarak gratis, Senin (13/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Salah satu penerima manfaat operasi katarak gratis tersebut adalah Rusin (63), warga Desa Kasegeran. Selama bertahun-tahun ia menderita katarak yang membuat penglihatannya semakin kabur hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Diantar oleh saudaranya ke Klinik, Rusin akhirnya mendapatkan kesempatan menjalani operasi tanpa dipungut biaya, meski tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

Rusin mengaku terkejut karena proses operasi berlangsung sangat cepat. Menurutnya, tindakan operasi hanya memakan waktu sekitar lima menit hingga selesai. Pelayanan yang diterimanya juga dinilai ramah dan profesional, sehingga membuat dirinya merasa tenang selama menjalani tindakan medis.

"Alhamdulillah saya senang sekali bisa dioperasi gratis. Saya tidak punya BPJS, tapi tetap bisa mendapatkan pelayanan. Semoga setelah ini penglihatan saya kembali jelas dan saya bisa beraktivitas seperti biasa," ujar Rusin dengan wajah bahagia usai menjalani operasi.

3. Tekan angka kebutaan yang bisa dicegah

Beberapa pasien duduk menunggu giliran di ruang tunggu rumah sakit mata JEC Anwari Purwokerto saat operasi katarak gratis.
Suasana antrian di rumah sakit mata JEC Anwari Purwokerto saat operasi katarak gratis, nampak beberapa pasien mata menunggu antrian, Senin (13/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Bakti sosial ini digelar dalam rangkaian Bulan Bakti PERDAMI pada 13–24 Juli 2026. Tujuannya mengajak masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan jika sudah muncul gejala katarak.

Faktor penyebab katarak beragam, mulai dari penuaan, diabetes, cedera mata, penggunaan obat jangka panjang, hingga paparan sinar UV.

"Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat itu harapan baru. Kegiatan ini bukan cuma layanan medis, tapi dukungan biar orang bisa aktif lagi dengan percaya diri,"tutup Dr. Kukuh Prasetyo.

Warga Purwokerto dan sekitarnya yang merasakan gejala rabun disarankan segera melakukan skrining dini. Karena kebutaan akibat katarak sebenarnya bisa dicegah jika ditangani sejak awal.

Sebagai bagian dari jaringan JEC yang telah berpengalaman selama 42 tahun, klinik ini menyediakan berbagai metode operasi katarak, mulai dari phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS), yang disesuaikan dengan kondisi mata dan kebutuhan pasien.

Sejak 1984, JEC telah menangani lebih dari 200.000 operasi katarak di Indonesia dan kini memiliki jaringan 5 rumah sakit mata serta 11 klinik utama, termasuk di Purwokerto.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More