Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 Sipir Lapas Temukan Ratusan Obat Penenang Nyaris Diselundupkan

Kota Semarang
2 Sipir Lapas Temukan Ratusan Obat Penenang Nyaris Diselundupkan
Petugas mengecek ratusan butir yang diduga obat penenang dan sabu. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
  • Dua sipir Lapas Kedungpane Semarang menemukan bungkusan hitam mencurigakan di tembok sisi utara saat patroli keamanan, diduga hendak dilempar dari luar ke area lapas.

  • Setelah diperiksa, bungkusan berlakban itu berisi 300 butir diduga Alprazolam, 45 butir Riklona, satu paket diduga sabu, serta kerikil sebagai pemberat.

  • Barang bukti telah diamankan dan diinventarisasi. Lapas menyelidiki pelaku sambil memperkuat patroli, pengawasan area rawan, penggeledahan berkala, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Dua sipir Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang menemukan bungkusan hitam berisi obat-obatan psikotropika yang nyaris diselundupkan melalui tembok branggang.

Kedua sipir bernama Aditya Siko dan Dany Marsa tersebut semula sedang keliling lapas untuk mengecek keamanan sekaligus melakukan pengawasan di tiap sudut bangunan.

Namun rupanya keduanya curiga dengan saat melewati tembok sisi utara lapas. Pasalnya di sudut tembok branggang Adit dan Dany melihat ada bungkusan plastik berwarna hitam yang teronggok.

Berdasarkan keterangan UPT Humas Lapas Kedungpane belakangan diketahui bungkusan hitam yang ditemukan Adit dan Dany berisi obat-obatan. Bungkusan tersebut dililit rapat memakai lakban.

Mengetahui temuan ini, mereka berkoordinasi dengan Kepala Seksi Keamanan dan Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Portatib) untuk pemeriksaan mendalam.

Ternyata saat dibongkar ditemukan 300 butir yang dugaan sementara jenisnya Alprazolam, 45 butir Riklona, serta satu paket yang diduga sabu. Untuk memastikan kebenaran apakah ada sabu atau tidak, petugas sedang menunggu proses penimbangan.

"Di dalam bungkusan juga ditemukan batu kerikil yang diduga digunakan sebagai pemberat agar bungkusan dapat dilempar melewati tembok lapas," kata tim Humas Lapas Kedungpane.

Kepala Lapas Kedungpane, Ahmad Tohari, membenarkan ihwal temuan obat-obatan psikotropika di tembok branggang. Narkotika tersebut ditemukan pagi tadi pukul 09.30 WIB.

Ia bilang keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan di tempat tersebut merupakan bukti kesiapsiagaan petugas menjalankan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi upaya penyelundupan narkoba maupun barang terlarang ke dalam Lapas. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kewaspadaan petugas yang selalu menjalankan pengawasan secara optimal," paparnya, Selasa (4/8/1026).

Saat ini, barang bukti telah diamankan dan diinventarisasi oleh jajaran pengamanan lapas.

Dugaan sementara, bungkusan tersebut merupakan hasil percobaan pelemparan yang dilakukan oleh pihak luar dengan tujuan memasukkan barang terlarang ke dalam area lapas.

Ahmad menegaskan personelnya sedang menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap pelaku serta memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ahmad menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan sistem pengamanan melalui patroli rutin, pengawasan area rawan, penggeledahan kamar hunian secara berkala, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan.

"Kami berharap keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti bahwa seluruh jajaran lapas tetap siaga dan berkomitmen menjaga keamanan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkoba sehingga Lapas dapat menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih, dan benar-benar mampu mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More