Demak, IDN Times - Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah meluas ke tujuh kecamatan, Jumat (9/2/2024). Proses evakuasi warga yang menjadi korban banjir terkendala arus deras banjir.
Tingginya debit air membuat sepuluh tanggul di wilayah Kabupaten Demak jebol. Akibatnya, air meluber hingga ke jalan dan permukiman warga di tujuh kecamatan.
Staf Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Rizka menyebutkan, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Adapun, Kecamatan Karanganyar menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah.
Air dengan arus deras dan ketinggian air mencapai 2,5 meter menerjang permukiman warga.
"Benar, banjir tersebut di Kecamatan Karanganyar. Sampai pagi (9/2/2024) ketinggian air masih bertahan dan arus deras," katanya.
BPBD Kabupaten Demak masih mengevakuasi warga Kecamatan Karanganyar. Beberapa warga masih terjebak di atap rumah.
Rizka mengaku, kendala yang dihadapi tim gabungan dalam upaya evakuasi adalah derasnya arus air hingga mengakibatkan perahu karet terbalik.
"Kemarin waktu air masih belum tinggi kami sudah ajak warga untuk evakuasi, namun mereka menolak. Sekarang ketika air sudah naik tinggi, kami kesulitan evakuasi karena arusnya deras sekali", kata Rizka.
Selain Kecamatan Karanganyar, wilayah lainnya terdampak banjir antara lain Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Gajah, dan Kecamatan Dempet.
Dari catatannya, RIzka menjelaskan, hingga /2024Jumat (9/2) pukul 11.00 WIB sebanyak 10.285 orang telah mengungsi akibat banjir tersebut.
Tim gabungan dari BPBD wilayah Jawa Tengah, Basarnas, TNI POLRI, dan relawan mendirikan pos pengungsian dan dapur umum tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk waspada adanya potensi banjir susulan dan mematuhi arahan dari petugas demi keselamatan diri.
