Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Sektor jadi Strategi PGN untuk Penguatan dan Keberlangsungan Bisnis
Ilustrasi aktivitas pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). (Dok. PGN).

Semarang, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memfokuskan pada sektor upstream, midstream, dan downstream sebagai penguatan untuk keberlangsungan bisnis.

1. Volume produksi ditambah

PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan di bidang hulu minyak dan gas bumi, berhasil mencatatkan penambahan produksi hidrokarbon sebesar 7.300 BOEPD. (Dok. Pertamina)

Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko menjelaskan, dari sisi upstream, melalui PGN Saka, pihaknya berhasil menambah volume produksi 2.200 barrel per day minyak dengan no water contain.

Kemudian terdapat additional gas yang bisa dimanfaatkan sebesar 20--40 MMSCF dan masih memiliki potensi 8.800--10.000 barel minyak dari Lapangan Sidayu, Blok Pangkah, di lepas pantai bagian Timur dari Laut Jawa.

“Ke depan, bisnis upstream dapat berkontribusi lebih besar untuk PGN dan turut mendukung peningkatan lifting migas untuk negara,” katanya dilansir keterangan resmi yang diterima IDN Times, Rabu (26/3/2023).

2. Konektivitas menambah pendapatan PGN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menemukan potensi kandungan minyak dan memproduksi ribuan barel cadangan minyak baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan. (Dok. Pertamina)

Di bagian midstream, Arief menyebutkan jika sinergi Pertamina Grup dengan Pertamina Hulu Rokan dalam membangun Pipa Minyak Rokan, ikut berkontribusi terhadap pendapatan PGN mencapai $11,8 juta per bulan.

Selain itu, di bidang pengembangan dan pengelolaan infrastruktur pipa gas--khususnya di area Sumatera--telah terhubung ke Singapura, Batam, hingga Jawa Barat.

"Saat ini sedang dibangun pipa dari Cirebon ke Semarang yang mana ada potensi demand di kawasan industri di Jawa Tengah. Sei Mangkei ke Dumai akan kami sambungkan. Kami ada juga Kalija (Pipanisasi Kalimantan-Jawa). Lalu, apabila WNTS (pipa yang terhubung dari Blok A Natuna yang mana hasil gasnya diekspor ke Singapura) telah terhubung dengan Sumatera, maka akan menambah pasokan gas jika terjadi kekurangan pasokan dan meningkatkan volume penjualan gas PGN,” aku Arief.

3. Pasok gas ke sejumlah kilang

Kilang Green Refinery yang salah satunya memproduksi Green Diesel (D100) di area PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah (IDN Times/Dhana Kencana)

Ia mengatakan, PGN juga akan memasok gas ke kilang-kilang Pertamina sebagai bagian dari Holding Migas. Di antaranya ke kilang Cilacap, Balongan, dan Balikpapan.

"Ini adalah captive kita yang berpotensi menjadi big buyer. Untuk awal volume yang akan disalurkan sekian puluh MMSCFD gas untuk Subholding Kilang,” jelas Arief.

PGN--lanjutnya untuk sisi downstream--mulai membangun storage LNG melalui proyek revitalisasi tank LNG di Arun, yang berpotensi captive tenant menampung LNG. Termasuk juga pemenuhan kontrak LNG Trading bersama sejumlah pihak.

“Tantangan menjadi peluang yang kuat. Tahap-tahapnya sudah berjalan dan sudah ada lampu hijau berkaitan dengan kontrak LNG Trading. Kami berharap dapat memberikan hasil positif dan menopang bisnis serta kinerja PGN," tandasnya.

Editorial Team

Related Article