Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Bahaya Fatal Mengemudi dengan Ban Mobil Kurang Angin

4 Bahaya Fatal Mengemudi dengan Ban Mobil Kurang Angin
ilustrasi mobil sedan (unsplash.com/Arteum.ro)
Intinya Sih
  • Ban yang kurang angin bisa memengaruhi performa mobil dan membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
  • Tekanan angin tidak merata pada ban dapat menyebabkan kerusakan, keausan, resistensi gulir, dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.
  • Kerusakan akibat ban yang kurang angin bisa membuat mobil tidak stabil, menurunkan performa kendaraan, dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mengemudikan mobil membutuhkan perhatian pada berbagai hal, termasuk mengecek kondisi dan tekanan ban. Tekanan angin yang tidak sesuai standar sangat memengaruhi performa kendaraan sekaligus membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang.

Ban yang kekurangan angin tidak cuma membuat pengendalian mobil terasa makin sulit. Kondisi ini berpotensi besar merusak komponen kendaraan lain dan membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Simak beberapa bahaya yang berisiko muncul kalau kamu nekat mengemudi dengan ban kempes atau kurang angin.

1. Meningkatkan risiko pecah ban

ilustrasi velg ban (pexels.com/Mike Bird)
ilustrasi velg ban (pexels.com/Mike Bird)

Ban yang kurang angin ternyata memiliki struktur dinding samping yang lebih tertekan dan juga lebih rentan terhadap risiko kerusakan. Pada saat mobil melaju, maka tekanan yang tidak merata pada ban pun bisa menyebabkan panas berlebih pada dinding ban, sehingga membuat risiko pecah pun menjadi jauh lebih tinggi, apalagi jika melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.

Ban yang kurang tekanan akan cenderung lebih cepat mengalami keausan, khususnya pada bagian tepi. Risiko keausan tersebut bisa secara otomatis melemahkan struktur ban dan memperbesar kemungkinan pecah pada saat digunakan, sehingga penting sekali untuk memeriksa tekanan angin secara rutin dan memastikannya sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

2. Mengurangi stabilitas dan kendali kendaraan

ilustrasi mobil (unsplash.com/Jaromír Kavan)
ilustrasi mobil (unsplash.com/Jaromír Kavan)

Ban yang mengalami kurang angin ternyata berpotensi membuat permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan jadi lebih besar dari semestinya, sehingga meningkatkan resistensi gulir. Hal ini membuat mobil jadi lebih sulit untuk dikendalikan, khususnya dalam kondisi jalan berbelok ataubpada saat harus menghindari rintangan yang ada.

Pada kondisi darurat, seperti pengereman mendadak, respon kendaraan bisa lebih lambat dan kurang stabil, sehingga risiko terjadinya kecelakaan pun menjadi lebih besar. Selain itu, tekanan angin yang tak merata bisa menyebabkan mobil cenderung miring ke satu sisi, sehingga inilah yang bisa menyebabkan bahaya tersendiri.

3. Meningkatkan konsumsi bahan bakar

ilustrasi bahan bakar mobil (pexels.com/Engin Akyurt)
ilustrasi bahan bakar mobil (pexels.com/Engin Akyurt)

Pada saat ban mengalami kekurangan tekanan angin, maka resistensi gulir atau gaya gesek antara ban dan jalan pun jadi semakin meningkat. Hal inilah yang dapat memaksa mesin mobil jadi harus bekerja dengan lebih ekstra untuk mempertahankan kecepatan, sehingga membuat pengonsumsian bahan bakar pun semakin lebih tinggi.

Ban yang kurang angin sebesar 20 persen bisa meningkatkan pengonsumsian bahan bakar hingga 10 persen dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan biaya operasional kendaraan. Selain merugikan secara finansial, namun juga bisa menghasilan emisi gas buang yang bisa berdampak buruk terhadap lingkungan dan iklim.

4. Mempercepat kerusakan ban dan komponen lain

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kondisi ban yang kurang angin ternyata rentan sekali mengalami risiko keausan yang tidak merata, khususnya di bagian tepi ban. Keausan tersebut bisa mengurangi umur pakai dari ban dan meningkatkan kerusakan permenan yang mungkin terjadi, sehingga bisa memberikan beban lebih besar pada suspensi.

Kerusakan bukan hanya dapat memengaruhi kenyamanan dalam berkendara, namun juga membuat mobil jadi terasa lebih berguncang atau tidak stabil. Dalam jangka panjang ternyata kerusakan pada komponen lain akibat ban yang kurang angin bisa menurunkan performa kendaraan secara keseluruhan dan menurunkan usia pakainya.

Mengemudikan mobil dalam keadaan ban kurang angin memunculkan masalah serius. Sangat penting mengetahui risikonya sejak awal untuk meminimalisir bahaya di jalan raya. Selalu periksa tekanan ban sebelum mulai bepergian!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More