Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Antihistamin Alami yang Baik Dikonsumsi saat Mengalami Gejala Alergi
ilustrasi kayu manis dan aneka rimpang (unsplash.com/Julia Topp)
  • Alergi adalah respons sistem imun terhadap alergen, menyebabkan gejala seperti biduran, pembengkakan, batuk, dan sesak napas.
  • Spirulina mengurangi gejala alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan pilek serta memiliki efek antiinflamasi.
  • Kayu manis, lada hitam, dan probiotik juga merupakan antihistamin alami yang dapat meredakan gejala alergi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Alergi merupakan kondisi di mana sistem imun mengenali protein atau alergen sebagai sesuatu yang berbahaya dan berusaha menyerangnya sehingga munculah gejala seperti biduran, pembengkakan, bersin, batuk, sesak napas dan lain sebagainya. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu, jika kamu sedang mengalaminya pastikan segera mencari antihistamin sebagai penawarnya. 

Namun sangat disarankan, untuk menggunakan antihistamin alami yang pastinya jauh lebih baik dan tidak memiliki efek samping membahayakan seperti obat-obatan kimia. Beberapa antihistamin alami yang bisa kamu konsumsi saat mengalami gejala alergi di antaranya berikut ini: 

1. Spirulina

ilustrasi bubuk spirulina (pexels.com/Supplements On Demand)

Antihistamin alami yang dapat mengurangi gejala alergi berikutnya ada spirulina. Belakangan ini, herbal spirulina menarik banyak perhatian masyarakat saking bermanfaatnya untuk kesehatan hingga kecantikan. 

Apa itu spirulina? Spirulina merupakan sejenis alga yang terbukti mempunyai efek yang sama dengan antihistamin seperti Zyrtec (cetirizine).

Spirulina bermanfaat meredakan gejala-gejala seperti bersin, hidung tersumbat, gangguan penciuman, pilek dan rasa gatal sekaligus mengurangi peradangan. Kamu bisa mengkonsumsinya dengan menambahkan bubuk spirulina ke dalam minuman harian kamu seperti smoothie atau bahkan air putih. 

Jika tidak ingin diminum, campurkan pada makanan seperti bubur. Mengonsumsi spirulina biasanya dapat ditoleransi dengan baik, namun beberapa orang dapat menimbulkan gejala seperti diare, kembung hingga sakit kepala.

2. Kayu manis

ilustrasi kayu manis dan aneka rimpang (unsplash.com/Julia Topp)

Ekstrak dari kulit pohon kayu manis merupakan salah satu herbal yang digunakan untuk pengobatan tradisional. Umumnya dimanfaatkan untuk mengobati gejala flu dan reaksi alergi. Meskipun sebagian besar masyarakat kita menggunakan kulit kayu manis sebagai bumbu untuk memasak. 

Bahan aktif Cinnamaldehyde pada kayu manis telah terbukti mempunyai sifat antiinflamasi yang bisa menurunkan respon peradangan akibat alergen. Kamu dapat menemukan rempah ini di pasar tradisional hingga toko-toko kelontong. 

Namun pastikan kamu memilih bubuk kayu manis Ceylon bukan Cassia. Gunakan bumbu kayu manis atau batangnya untuk membuat teh dan minuman lain kesukaan sesuai selera. 

3. Ekstrak lada hitam

ilustrasi bumbu dapur (pexels.com/Mareefe)

Ekstrak lada hitam juga termasuk salah satu antihistamin alami yang dipercaya sejak dulu. Herbal ini merupakan obat tradisional yang digunakan banyak orang untuk mengobati penyakit terkait bakteri, infeksi hingga diabetes. 

Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa ekstrak lada hitam berdampak positif pada gejala hidung tersumbat dan mengurangi peradangan. Hanya saja, para ahli perlu melakukan penelitian lanjutan mengenai manfaat ekstrak lada hitam sebagai pengobatan alergi pada manusia. 

4. Probiotik

ilustrasi yogurt (pexels.com/Meletus)

Probiotik merupakan mikroorganisme yang membantu menjaga atau meningkatkan kadar bakteri baik dalam usus. Sumber makanan yang mengandung probiotik seperti kol parut, yogurt, tempe, krim asam dan kombucha. 

Makanan-makanan yang mengandung probiotik tersebut dapat membantu mengurangi dan mencegah gejala alergi. Probiotik menunjukkan manfaat mengurangi gejala asma dan dermatitis atopik. 

Jika kamu sering mengalami alergi musiman, cobalah mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Buktikan khasiatnya dengan mengonsumsinya secara rutin.

5. Lidah buaya

ilustrasi lidah buaya (pexels.com/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare)

Lidah buaya juga menjadi salah satu antihistamin alami yang dapat meredakan gejala alergi. Dalam sebuah studi ilmiah aktivitas antihistamin dan anti alergi pada Aloe Vera menunjukkan efektivitasnya.
Kandungan antioksidan yang kuat pada lidah buaya membuatnya menjadi salah satu herbal sangat berguna baik untuk kesehatan hingga kecantikan. Kamu bisa mengkonsumsinya dengan cara membuat es lidah buaya cincau dan lain sebagainya.

Selain antihistamin alami yang sudah disebutkan ini, ada banyak sekali herbal lainnya seperti daun mimba dan brotowali. Kamu bisa mengonsumsinya sebagai jamu sehat untuk mengobati gejala alergi yang mengganggu.

Editorial Team

Related Article