Pernah nggak sih, kamu tiba-tiba panik dan overthinking seharian cuma gara-gara bos membalas email kamu dengan kalimat super pendek yang diakhiri tanda titik? Di sisi lain, buat kamu yang mungkin berada di posisi manajer senior, pernahkah merasa geregetan melihat email anak baru yang isinya huruf kecil semua tanpa basa-basi sopan santun?
Tenang, kamu nggak sendirian! Friksi komunikasi di ruang lingkup dunia kerja ini murni terjadi karena Gen Z dan Baby Boomers punya standar psikologis yang jauh berbeda dalam memproses teks digital. Biar nggak terus-terusan salah paham dan baper, yuk bedah 5 gaya komunikasi email Gen Z yang sering bikin senior bingung, lengkap dengan alasan ilmiahnya!
