Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Kesalahan Gen Z Pakai Paylater di Awal Bulan yang Bikin Nangis di Akhir Bulan

3 Kesalahan Gen Z Pakai Paylater di Awal Bulan yang Bikin Nangis di Akhir Bulan
Ilustrasi Paylater dan Keuangan (pexels.com/Jacob)
Intinya Sih
  • Banyak Gen Z di Jawa Tengah langsung memakai Paylater untuk belanja awal bulan meski saldo masih utuh, sehingga terjebak tagihan menumpuk di akhir bulan.
  • Kesalahan umum mereka meliputi menganggap limit Paylater sebagai uang tambahan, serta tergoda FOMO kuliner dan konser demi konten media sosial.
  • Selain itu, banyak yang asal klik cicilan tanpa memperhatikan bunga dan biaya admin, menyebabkan akumulasi tagihan besar yang memberatkan keuangan pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Euforia awal bulan Juli 2026 baru saja dimulai. Bagi sebagian besar generasi muda, momen ini diidentikkan dengan dompet yang kembali tebal setelah menerima transferan gaji atau uang saku. Namun, alih-alih mengalokasikan dana dengan bijak, tidak sedikit Gen Z di Jawa Tengah yang justru langsung berburu promo diskon di berbagai e-commerce.

Ironisnya, meski saldo rekening masih utuh, metode pembayaran Paylater tetap menjadi opsi utama saat melakukan checkout belanjaan. Kemudahan "beli sekarang, bayar nanti" ini sering kali menjadi jebakan batman. Alih-alih membantu, kebiasaan buruk di awal bulan ini justru sukses mendatangkan penyesalan mendalam berupa tangisan histeris saat tagihan menumpuk di tanggal tua.

Biar kamu gak kejebak lingkaran setan utang digital, yuk kenali 3 kesalahan fatal Gen Z Jateng saat menggunakan Paylater di awal bulan berikut ini, Lur!

1. Menganggap Limit Paylater Sebagai "Uang Tambahan"

Ilustrasi seseorang menggunakan paylater
Ilustrasi seseorang menggunakan paylater (pexels.com/Antonius Ferret)

Kesalahan psikologis terbesar yang paling sering dilakukan oleh anak muda adalah salah kaprah dalam mengartikan angka limit yang tertera di aplikasi.

Ilusi Dompet Tebal: Saat melihat limit Paylater sebesar Rp5 juta, otak secara impulsif menerjemahkannya sebagai "dana segar" yang siap dihabiskan kapan saja, padahal itu adalah pinjaman yang wajib dibayar bulan depan.

Dampak di Tanggal Tua: Membuka paylater saat dana di rekening masih ada membuat Gen Z merasa memiliki kapasitas finansial ganda. Begitu memasuki akhir bulan, gaji utama sudah ludes untuk kebutuhan pokok, dan mereka kelimpangan mencari dana talangan untuk membayar tagihan Paylater yang jatuh tempo.

2. Terjebak FOMO Kuliner Kekinian dan "Konser Hunter"

ilustrasi orang memegang tulisan fomo (pexels.com/PeopleImages)
ilustrasi orang memegang tulisan fomo (pexels.com/PeopleImages)

Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Jateng, kota-kota seperti Semarang, Solo, dan Purwokerto gencar menyajikan festival kuliner, tempat nongkrong estetik, hingga gelaran konser musik berkala.

Gengsi di Atas Fungsi: Demi konten media sosial dan rasa takut ketinggalan tren (Fear of Missing Out), banyak Gen Z nekat menggesek Paylater untuk membeli tiket konser atau nongkrong mahal di awal bulan.

Dampak di Tanggal Tua: Kesenangan dari aktivitas hiburan tersebut biasanya hanya bertahan beberapa jam. Begitu memasuki pertengahan bulan, mereka terpaksa hidup super hemat, bahkan sampai rela makan mi instan setiap hari demi menutupi gaya hidup hedonistik di awal bulan tersebut, Lur.

3. Asal Klik Suku Bunga Cicilan dan Mengabaikan Biaya Admin

ilustrasi suku bunga
ilustrasi suku bunga (freepik.com/rawpixel.com)

Metode Paylater sangat lihai dalam membungkus nominal tagihan menjadi angka-angka kecil yang terlihat murah melalui fitur cicilan bulanan.

Tergiur Cicilan Murah: Kalimat "Cuma Rp50 ribu per bulan" terdengar sangat ringan bagi dompet anak muda. Kesalahannya adalah mereka melakukan transaksi kecil tersebut secara berulang-ulang di belasan toko yang berbeda dalam waktu satu minggu saja.

Dampak di Tanggal Tua: Tanpa disadari, akumulasi cicilan kecil-kecil tersebut membengkak menjadi ratusan ribu rupiah. Ditambah lagi dengan adanya biaya admin layanan, biaya penanganan, serta denda keterlambatan harian yang sangat mencekik jika mereka sampai telat membayar satu hari saja.

Nah, itulah 3 kesalahan klasik pemakaian Paylater di awal bulan yang wajib kamu hindari. Yuk, lebih bijak lagi dalam mengelola keuangan digitalmu mulai hari ini agar bisa tidur nyenyak sampai akhir bulan nanti!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More