Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Menghancurkan Hormon Bahagia Kamu

Kota Semarang
3 min read
6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Menghancurkan Hormon Bahagia Kamu
Ilustrasi orang sedang mendengarkan musik untuk pelepasan hormon bahagia. (magnific.com)
  • Membuka ponsel segera setelah bangun dan menunda alarm berulang kali disebut dapat memicu kortisol, mengacaukan siklus tidur, serta menekan serotonin sehingga mood memburuk.

  • Beraktivitas tanpa cahaya pagi, minum kopi saat perut kosong, dan sarapan tinggi gula dikaitkan dengan gangguan ritme biologis, usus, gula darah, serta rasa cemas.

  • Memulai hari terburu-buru dapat mengaktifkan mode stres; artikel menyarankan Trik 10-10: tanpa ponsel 10 menit pertama, lalu 10 menit mendapat cahaya matahari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Menghancurkan Hormon Bahagia

Intinya Sih:

  • Produksi serotonin diatur secara sensitif oleh sinyal awal yang diterima tubuh begitu kamu terbangun di pagi hari.

  • Kebiasaan menunda alarm, membuka ponsel seketika, hingga minum kopi saat perut kosong dapat memicu lonjakan kortisol yang menekan mood.

  • Menerapkan Trik 10-10 sederhana di pagi hari efektif memperbaiki jam biologis dan menjaga pasokan hormon bahagia di otak.

Pernah merasa terbangun dengan kondisi bad mood, gampang cemas, atau kehabisan energi padahal hari baru saja dimulai? Fenomena ini sering kali membingungkan karena kita merasa tidak melakukan kesalahan besar di pagi hari.

Padahal, banyak rutinitas pagi yang dianggap normal secara tak sadar justru menjadi pemicu utamanya. Otak sangat sensitif terhadap sinyal lingkungan saat pertama kali terbangun. Kebiasaan yang salah bisa merusak ritme biologis dan menghancurkan produksi serotonin (hormon bahagia). Yuk, bedah enam kebiasaan pagi yang sering jadi pemicunya!

  1. 1. Memeriksa Ponsel saat Mata Baru Terbuka

    Saat terbangun, otak bertransisi dari gelombang tenang ke kondisi siaga secara bertahap. Membuka media sosial, email kerja, atau berita viral seketika memaksa otak melompat ke gelombang Beta yang tegang.

    Langkah ini memicu lonjakan kortisol (hormon stres) secara mendadak. Tingginya kadar kortisol di awal hari akan secara otomatis menekan dan menghambat produksi serotonin di otak, membuatmu merasa cemas sejak menit pertama.

  2. 2. Menunda Alarm Berulang Kali (Snoozing)

    Menekan tombol snooze lalu tidur kembali selama 5 hingga 10 menit akan menjebak otak masuk ke siklus tidur baru yang tidak selesai (sleep inertia).

    Kebiasaan ini mengacaukan sistem saraf otonom tubuh. Alih-alih merasa lebih segar, kamu justru akan terbangun dengan perasaan linglung, mudah marah, dan cranky akibat kadar serotonin yang merosot tajam.

  3. 3. Langsung Beraktivitas di Ruangan Gelap

    Cahaya matahari pagi adalah pemicu alami paling kuat bagi otak untuk memproduksi serotonin. Membiarkan diri beraktivitas di dalam ruangan temaram membuat ritme sirkadian atau jam biologis tubuh bingung.

    Otak akan mengira hari masih malam, sehingga produksi serotonin tersendat. Akibatnya, kamu akan merasa mengantuk sekaligus cemas saat memulai rutinitas harianmu.

  4. 4. Minum Kopi saat Perut Kosong

    Kafein yang masuk saat kadar kortisol alami tubuh sedang tinggi-tingginya akan memicu pelepasan adrenalin secara agresif, memicu fluktuasi gula darah dan detak jantung berdebar.

    Selain itu, kafein pada perut kosong mengiritasi usus. Padahal, sekitar 90 persen serotonin tubuh diproduksi di dalam usus melalui gut-brain axis. Usus yang teriritasi secara langsung mengganggu pasokan hormon bahagia ke otak.

  5. 5. Sarapan Tinggi Gula Ringan

    Mengonsumsi donat, sereal manis, atau kopi dengan tambahan susu kental manis di pagi hari memicu lonjakan gula darah drastis yang disusul penurunan mendadak (sugar crash).

    Penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba ini dideteksi otak sebagai kondisi darurat. Dampaknya, terjadi penurunan serotonin yang memicu timbulnya brain fog serta rasa cemas di tengah aktivitas.

  6. 6. Memulai Pagi dengan Terburu-buru

    Bangun mepet waktu, berganti pakaian dengan panik, dan terburu-buru keluar rumah menuju tempat kerja, membuat otak mengaktifkan mode bertahan hidup (survival mode).

    Saat otak sibuk memproses kepanikan akibat terburu-buru, ia kehilangan kesempatan untuk melepaskan neurotransmiter penenang seperti serotonin dan dopamin.

  7. Quick Fix: Terapkan Trik 10-10

    Kamu tak perlu merombak total rutinitas pagimu besok. Cukup terapkan Trik 10-10: jangan sentuh ponsel selama 10 menit pertama setelah bangun tidur, lalu manfaatkan 10 menit berikutnya untuk berdiri di dekat jendela atau teras rumah demi mendapatkan paparan cahaya matahari pagi langsung.

    Memperbaiki kebiasaan kecil di pagi hari adalah investasi terbaik untuk menjaga suasana hati tetap stabil dan produktif sepanjang hari.

    Apakah kamu sering tak sengaja melakukan salah satu dari enam kebiasaan di atas sebelum berangkat beraktivitas? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More