Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Titik Wisata Sejarah di Semarang ini Bisa Dijangkau Cuma Bayar Trans Jateng Rp4.000
Penumpang turun dari bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • Trans Jateng dan Trans Semarang menghubungkan wisata sejarah Semarang dengan tarif Rp4.000-Rp5.000, serta promo Rp81 melalui aplikasi Si Anteng hingga akhir September 2026.
  • Kota Lama, Lawang Sewu, dan Tugu Muda dapat diakses dari halte Semarang Tawang, Pengapon, atau Transit Udinus, dilanjutkan berjalan kaki singkat.
  • Sam Poo Kong, Pecinan, dan Masjid Agung Jawa Tengah dapat dijangkau melalui transit maupun feeder Trans Semarang dari rute utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Semarang, orang bisa naik bus Trans Jateng dan Trans Semarang untuk pergi ke tempat sejarah dengan murah. Tiketnya sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000. Ada juga promo Rp81 di aplikasi Si Anteng sampai akhir September 2026. Bus bisa membawa orang ke Kota Lama, Lawang Sewu, Tugu Muda, Sam Poo Kong, Pecinan, dan Masjid Agung Jawa Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Modal Receh! 6 Wisata Sejarah Semarang Ini Bisa Dicapai Naik Trans Jateng

6 Titik Wisata Sejarah di Semarang yang Bisa Dicapai Hanya dengan Bayar Trans Jateng Rp4.000.

Intinya Sih:

  • Berwisata di Semarang kini makin ramah di kantong berkat integrasi Trans Jateng dan Trans Semarang yang tarifnya sangat terjangkau.

  • Cukup bayar Rp5.000 atau manfaatkan promo Rp81 via aplikasi Si Anteng, berbagai destinasi ikonik bisa dikunjungi dengan mudah.

  • Mulai dari Kota Lama hingga Lawang Sewu, semuanya terhubung lewat rute strategis tanpa bikin dompet jebol.

Pernah nggak sih, pengin banget traveling dan explore sudut-sudut kota bersejarah, tapi terhalang budget transportasi yang mahal? Keresahan soal biaya transportasi liburan ini memang sering bikin rencana jalan-jalan berakhir wacana. Tapi tenang! Perjalanan santai menaiki kereta kelas Eksekutif lewat pesanan KAI Access akan terasa makin sempurna bila disambung moda transportasi lokal yang super murah. Apalagi kalau sebelumnya sudah puas memandangi lanskap dari kursi dekat jendela (window seat) di bagian tengah gerbong, mood liburan pasti sedang bagus-bagusnya!

Sesampainya di stasiun, petualangan bisa dilanjutkan dengan memanfaatkan moda transportasi terintegrasi bus Trans Jateng dan Trans Semarang. Tarif standarnya cuma kisaran Rp4.000 sampai Rp5.000, bahkan ada promo Rp81 buat yang bertransaksi pakai aplikasi Si Anteng sampai akhir September 2026! Yuk, intip 6 titik wisata sejarah ikonik yang wajib dikunjungi!

1. Eksotisme Kawasan Kota Lama Semarang

Cuaca berawan di atas Gereja Blenduk Kawasan Kota Lama Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Kawasan yang sering dijuluki Little Netherlands ini dipenuhi puluhan gedung megah peninggalan kolonial Belanda abad ke-19 yang sudah direvitalisasi super rapi. Mata kamu bakal dimanjakan oleh kemegahan Gereja Blenduk, Gedung Marba, hingga asyiknya bersantai di Spiegel Bar.

Aksesnya gampang banget! Kawasan ini sangat dekat dari titik hulu keberangkatan. Cukup turun di Halte Stasiun Semarang Tawang atau Halte Pengapon, lalu berjalan kaki santai sekitar lima menit saja untuk tiba di pusat cagar budaya nan estetik ini.

2. Menikmati Kemegahan Museum Lawang Sewu

Ilustrasi lanskap Lawang Sewu di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Siapa yang tidak kenal bangunan bersejarah bekas kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda (NIS) ini? Lawang Sewu tak hanya terkenal dengan arsitektur seribu pintunya yang ikonik, tapi juga jajaran kaca patri yang sangat indah saat tertimpa cahaya matahari.

Untuk mencapainya, cukup naik bus Koridor 1 (Bawen – Semarang) dan turun di Halte Transit Udinus (Imam Bonjol). Dari titik tersebut, kamu tinggal berjalan kaki lurus sekitar 200 meter ke arah Tugu Muda, dan kompleks megah ini sudah menanti di depan mata.

3. Napak Tilas di Monumen Tugu Muda

Cuaca panas di Kawasan Tugu Muda Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Berdiri tegak tepat di jantung kota, monumen berbentuk lilin ini merupakan simbol pengingat perjuangan heroik pemuda lokal dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang melawan tentara Jepang pada Oktober 1945 silam.

Aksesnya persis sama dengan rute ke Lawang Sewu. Setelah turun di Halte Udinus, monumen ikonik ini sudah terlihat menonjol di seberang halte, dikelilingi cagar budaya penting lainnya seperti Gedung Pandanaran.

4. Jejak Akulturasi di Kelenteng Sam Poo Kong

Salah satu bangunan di Sam Poo Kong Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Situs sejarah yang merangkap tempat ibadah ini merupakan saksi bisu jejak penjelajahan Zheng He (Cheng Ho) di Pulau Jawa pada awal abad ke-15. Arsitekturnya luar biasa cantik, memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa dengan dominasi warna merah yang Instagramable.

Dari Halte Udinus tadi, manfaatkan sistem transit terintegrasi gratis untuk pindah ke armada Trans Semarang Koridor 5 arah PRPP. kamu bisa langsung turun di Halte Sam Poo Kong yang letaknya persis di depan gerbang masuk utama.

5. Berburu Kuliner Kuno di Kawasan Pecinan

Ilustrasi gerbang masuk kawasan Pecinan Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Terbentuk sejak dekade 1740-an, pusat permukiman Tionghoa kuno di Semarang ini menawarkan pengalaman time travel yang seru. Menyusuri bangunan ruko tua, mencicipi kuliner legendaris, hingga mampir ke Kelenteng Tay Kak Sie menjadi agenda wajib.

Untuk menuju ke sini, turunlah di Halte Stasiun Tawang. Setelah itu, bisa menyambung bus pengumpan (feeder) ke arah Jalan Pemuda, atau sekalian jalan kaki santai menyusuri pinggiran Kali Semarang menuju gerbang masuk Gang Baru.

6. Wisata Religi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Suasana MAJT Semarang saat diambil gambarnya dari atas menara setinggi 19 lantai. Fariz Fardianto/IDN Times

Destinasi terakhir yang tak boleh dilewatkan adalah MAJT. Masjid ini sangat unik karena memadukan gaya arsitektur Jawa, Arab, dan Romawi. Enam payung elektrik raksasa ala Masjid Nabawi serta menara pandang 99 meter yang berisi museum sejarah perkembangan Islam menjadi daya tarik utamanya.

Aksesnya cukup mudah dari jalur utama Trans Jateng. Lakukan transit di Halte Pengapon atau area Kaligawe, lalu sambung perjalanan menaiki feeder Trans Semarang yang siap mengantar langsung ke Jalan Gajah Raya, persis di area gerbang utama masjid.

Jalan-jalan mengeksplorasi sejarah kota ternyata bisa dilakukan dengan budget sangat minim asalkan tahu celahnya. Transportasi umum yang terintegrasi jelas menyelamatkan isi dompet demi menyisakan budget ekstra buat jajan kuliner lokal yang lezat. Nah, dari keenam destinasi sejarah di atas, mana nih yang paling ingin kamu singgahi saat jalan-jalan ke Semarang akhir pekan nanti? Yuk, share rencana liburan seru kamu di kolom komentar!

Curated For You

Editorial Team

Related Article