Semarang, IDN Times - Berkomunikasi dengan pelanggan tidak selalu harus melalui percakapan verbal. Bagi Teman Tuli, gestur dan informasi visual dapat menjadi jembatan penting agar layanan tetap berjalan tanpa hambatan.
650 Mitra Grab Belajar Bahasa Isyarat, 1.000 Rompi Teman Setara Dibagi

1. Grab bangun ekosistem lebih inklusif
Hal itu menjadi perhatian Grab Indonesia dalam memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional. Sebanyak 650 mitra Grab di enam kota mendapat edukasi bahasa isyarat, sementara 1.000 rompi Teman Setara dibagikan kepada Mitra Pengemudi Tuli.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari inisiatif “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” yang melibatkan Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, hingga karyawan Grab.
Director of Grab Indonesia, Richard Aditya mengatakan, perjalanan membangun ekosistem yang lebih inklusif tidak hanya berkaitan dengan menyediakan akses, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang setara.
“Selama hampir satu dekade, perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan kami bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).
2. 1.000 rompi sebagai bekal isyarat dasar
Edukasi bahasa isyarat diberikan kepada ratusan Mitra Pengemudi Grab di Medan, Semarang, dan Jakarta melalui Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat.
Kegiatan yang didukung Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork) tersebut menjadi ruang bagi mitra untuk belajar cara berkomunikasi dengan Teman Tuli.
Pada rangkaian yang sama, Grab bersama Indosat mendistribusikan 1.000 rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli.
Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar. Informasi visual itu diharapkan membantu mitra dan penumpang berkomunikasi dalam situasi sederhana, seperti memberikan arahan kiri atau kanan, serta menyampaikan ungkapan “terima kasih” dan “sama-sama”.
Teman Tuli sekaligus Mitra Pengemudi Perempuan Grab, Imelda Situmorang mengatakan, edukasi tersebut membantunya maupun mitra lain memahami kembali cara berinteraksi dengan lebih inklusif.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli, termasuk mengenalkan fitur Grab yang dapat digunakan dalam keseharian,” katanya.
Menurutnya, informasi visual pada rompi juga dapat membantu memperlancar komunikasi antara pengemudi Tuli dan penumpang.
3. 450 GrabMerchant ikut belajar
Upaya membangun komunikasi inklusif tidak hanya menyasar pengemudi. Sebanyak 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta juga mendapat edukasi bahasa isyarat melalui kegiatan Teras Perwira Spesial Hari Bahasa Isyarat.
Para pelaku usaha diperkenalkan dengan bahasa isyarat dasar yang dapat digunakan ketika melayani pelanggan, terutama Teman Tuli. Dengan demikian, edukasi tidak hanya berlangsung dalam layanan transportasi, tetapi juga merambah interaksi di restoran dan pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Grab.
Grab juga mengembangkan sejumlah fitur digital untuk mengurangi hambatan komunikasi. Salah satunya Disable Call bagi Mitra Pengemudi Tuli. Fitur tersebut mengalihkan komunikasi dari panggilan telepon ke pesan sehingga pengemudi dapat berkomunikasi dengan pelanggan melalui teks.
Dukungan lainnya diberikan melalui GrabSupport, yang menyediakan bantuan melalui teks, chat, dan bahasa isyarat bagi mitra penyandang disabilitas.
4. Bangun akses yang lebih setara bagi Teman Tuli
Ada pula Smart Suggestion Chat Information yang membantu mitra memahami kebutuhan komunikasi pelanggan penyandang disabilitas.
Grab menyebut pendekatan tersebut merupakan bagian dari perjalanan hampir satu dekade dalam membangun akses yang lebih setara bagi Teman Tuli, baik sebagai mitra pengemudi, mitra merchant maupun pengguna.
Sepanjang 2025, Grab mencatat 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara telah memperoleh akses pendapatan dan kesempatan kemandirian finansial melalui GrabAccess.
Selain bagi mitra, edukasi inklusif juga dibawa ke lingkungan internal Grab melalui kegiatan Kopi Sunyi dan sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli. Karyawan Grab diberi kesempatan mempelajari bahasa isyarat sekaligus melihat secara langsung pengalaman mitra Tuli ketika menjalankan pesanan.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Grab Kenalkan Fitur AI Terbaru, Bantu Pengguna hingga Berdayakan Usaha09 Apr 2026, 21:38 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Grab Kenalkan GERCEP, 3 Kanal Baru untuk Lindungi Mitra Pengemudi03 Sep 2025, 11:47 WIB