Bungkusan sisike ikan dari Jateng yang akan diekspor ke Jepang. Dok humas BK IPM Semarang
Dari lima komoditas tersebut, sisik ikan jadi produk yang mampu mencuri perhatian para eksportir. Gatot berkata dalam waktu bersamaan pengiriman sisik ikan ke luar negeri terus merangkak naik.
Selama Maret, pihaknya mencatat sisik ikan sebanyak 88 ton diekspor sampai enam kali. Jumlahnya melonjak hingga 49,9 persen dari kondisi sebelumnya hanya 59 ton.
"Tujuan ekspor sisik ke Jepang. Mayoritas sisik ikan dijadikan bahan untuk pembuatan kolagen yang berguna untuk industri obat maupun kosmetik" terangnya.
Tak cuma itu saja, ekspor daging rajungan juga menunjukan tren peningkatan. Pada Maret nilai ekspor daging rajungan sebesar Rp134 miliar.