Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Lahan Mirip Gambut, Karhutla di Gunung Lawu Bisa Muncul Lagi
Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard)
  • BPBD Karanganyar menyebut pemadaman kebakaran Gunung Lawu terkendala medan dan lapisan ilalang hingga 30 sentimeter, yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan lalu memicu api kembali.

  • Setelah sempat dinyatakan padam pada 25 Oktober 2026, titik api baru ditemukan di atas Gondosuli. BNPB menyiapkan water bombing, setelah 34 penyiraman menjatuhkan sekitar 68.000 liter air.

  • Pemprov Jawa Tengah meminta pembangunan embung, tandon, dan saluran air bersama PUPR, Karanganyar, serta Perhutani untuk menyediakan cadangan air dan memperkuat mitigasi kebakaran saat kemarau panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (25/10/2026)

Kebakaran di Gunung Lawu sempat dinyatakan padam.

Senin pagi

Pemantauan menemukan titik api baru di atas Gondosuli.

Senin (26/10/2026)

BPBD Karanganyar menyatakan bara dapat muncul kembali di bawah lapisan ilalang tebal. Helikopter BNPB disiapkan untuk water bombing dengan mempertimbangkan cuaca terkini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu berpotensi muncul kembali karena bara dapat bertahan di bawah tumpukan ilalang setebal hingga 30 sentimeter.
  • Who?
    BPBD Kabupaten Karanganyar, BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dinas PUPR Jateng, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Perhutani, serta Gubernur Ahmad Luthfi terlibat dalam penanganan dan mitigasi.
  • Where?
    Gunung Lawu, termasuk kawasan di atas Gondosuli, Kabupaten Karanganyar.
  • When?
    Kebakaran sempat dinyatakan padam pada Minggu, 25 Oktober 2026, tetapi titik api baru ditemukan saat pemantauan pada Senin pagi, 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Medan pegunungan sulit dijangkau dan lapisan ilalang tebal menyerupai karakter lahan gambut memungkinkan bara api tetap menyala di bawah permukaan vegetasi.
  • How?
    Petugas melakukan water bombing 34 kali dengan sekitar 68.000 liter air, menyiapkan cairan khusus untuk lapisan bawah, serta mempertimbangkan penerbangan helikopter sesuai cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api di Gunung Lawu sempat padam, tapi muncul lagi di atas Gondosuli. Petugas sulit memadamkannya karena rumput kering tebal menyimpan bara di bawah tanah. BPBD dan helikopter BNPB akan menyiram air lagi. Pemerintah Jawa Tengah juga mau membuat tempat simpan air untuk membantu saat kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons terhadap kebakaran Gunung Lawu menunjukkan kesiapan yang terus diperkuat, dari pengerahan water bombing dan cairan pemadam khusus hingga pemantauan titik api. Rencana pembangunan embung, tandon, serta saluran air juga mencerminkan perhatian pada mitigasi yang lebih terstruktur, sehingga kebutuhan air dan kesiapsiagaan di medan sulit dapat dipersiapkan lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karanganyar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mengakui proses pemadaman kebakaran di Gunung Lawu sulit dilakukan lantaran terkendala medan lokasi.

Upaya pemadaman menghadapi tantangan karena karakteristik lahan di Gunung Lawu. Pada sejumlah lokasi, lapisan ilalang yang menumpuk di permukaan tanah dapat mencapai ketebalan sekitar 30 sentimeter.

Kondisi ini membuat bara api berpotensi bertahan di bawah lapisan vegetasi meskipun api di permukaan telah padam.

“Karhutla Gunung Lawu ini kalau api padam bisa muncul lagi karena ada sebagian karakter tanah Lawu tertumpuk lapisan ilalang, bahkan ada yang sampai 30 sentimeter seperti lahan gambut. Jadi perlu penanganan khusus,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharto, Senin (26/10/2026).

Ia mengatakan, kebakaran di Gunung Lawu sempat dinyatakan padam pada Minggu (25/10/2026).

Namun, pemantauan pada Senin pagi menemukan titik api baru di atas Gondosuli.

Helikopter BNPB disiapkan untuk kembali melakukan water bombing, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca terkini.

Sugiharto menyebut operasi pengeboman air sebelumnya telah dilakukan sebanyak 34 kali. Dengan kapasitas sekitar 2.000 liter air dalam setiap penyiraman, total air yang dijatuhkan untuk memadamkan kebakaran di kawasan tersebut mencapai sekitar 68.000 liter.

Ia menambahkan, petugas telah mendapat cairan khusus untuk membantu memadamkan api hingga ke bagian dalam lapisan tersebut. Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang belum dilakukan.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang. Luthfi meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, serta Perhutani merancang pembangunan embung, tandon air, maupun saluran air di kawasan yang membutuhkan.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air cadangan ketika terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau panjang.

“Geografis wilayah kita sangat susah, ada gunung dan lereng. Apalagi kalau kemarau panjang,” ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Menurut dia, penyediaan sumber air harus menjadi bagian dari perencanaan mitigasi bencana, bukan hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Dengan dukungan infrastruktur, kesiapsiagaan petugas, dan keterlibatan masyarakat, risiko kebakaran berulang di kawasan Gunung Lawu diharapkan dapat ditekan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article