Sejumlah relawan dan personel gabungan berjalan di lokasi karhutla Gunung Lawu. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)
Arif menambahkan, pelatihan tersebut akan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang kebencanaan, salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.
“Kita akan bekerja sama dengan BPBD Jawa Tengah. Kebetulan saya di Komisi E DPRD Jateng, dan BPBD merupakan salah satu mitra kami,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan peran relawan dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan darurat. Menurut dia, relawan perlu dibekali keterampilan khusus agar mampu memberikan pertolongan sesuai prosedur. Karena itu, anggota satgas AMPG nantinya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) kebencanaan.
Sebagai tahap awal, pelatihan kesiapsiagaan bencana tersebut direncanakan diikuti sekitar 20 hingga 25 anggota AMPG.
“Minimal 20 sampai 25 orang sebagai awalan. Ini hampir sama dengan konsep desa tanggap bencana, yang juga melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat desa. Intinya, bencana bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Karena itu, orang-orang yang akan melakukan penanganan darurat harus terlebih dahulu mendapatkan pelatihan,” ungkapnya.
Arif menjelaskan, anggota AMPG yang telah mengikuti pelatihan nantinya akan diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat terdampak.