Anak Hilang Sejak 2025, Ayah Ikut 70 Relawan SAR Cari di Gunung Slamet

- Pencarian dilakukan oleh 70 relawan SAR dan tim Basarnas Semarang, dengan strategi penyisiran area dari Pos 3 hingga Pos 5 ke arah bawah serta penyapuan di area puncak aliran air batas vegetasi.
- Syafiq hilang karena kram fisik saat mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran. Himawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
- Operasi pencarian tambahan akan berlangsung selama dua hari terakhir, jika tidak ada tanda-tanda ditemukan, operasi direncanakan akan ditutup pada Rabu (7/1/2026).
Pekalongan, IDN Times – Operasi pencarian terhadap pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, kembali dilanjutkan. Basarnas Semarang mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan 70 personel gabungan pada Selasa (6/1/2026). Upaya tersebut merupakan lanjutan dari misi pencarian Syafiq yang telah hilang kontak sejak Jumat (27/12/2025) lalu di jalur pendakian Gunung Slamet.
1. Pencarian dibagi beberapa tim

Staf Basarnas Semarang, Handika Hengki menjelaskan, antusiasme relawan untuk membantu tinggi, mencapai 120 orang. Namun, demi keselamatan dan efektivitas operasi di medan yang berat, tim pencari dipangkas menjadi 70 orang yang benar-benar memiliki kualifikasi dan spesifikasi mumpuni.
Puluhan personel tersebut dibagi menjadi empat tim taktis (Search and Rescue Unit/SRU). Mereka mulai bergerak dari basecamp sejak pukul 07.00 WIB.
"Saat ini kami bersama sukarelawan melanjutkan pencarian yang dimulai dari basecamp (titik kumpul). Diperkirakan tim pencari dan penyelamat ini sudah sampai di pos pertama jalur pendakian," katanya, Selasa (6/1/2026).
Dalam operasi kali itu, suasana haru menyelimuti tim SAR. Dhani, ayah kandung Syafiq, diizinkan dan memutuskan untuk ikut naik gunung demi mencari keberadaan putranya.
Handika memaparkan strategi pencarian hari ini. Keluarga korban bersama tiga tim difokuskan untuk menyisir area dari Pos 3 hingga Pos 5 ke arah bawah.
Sementara itu, tim lainnya yang memiliki spesifikasi teknis lebih tinggi melakukan penyapuan (sweeping) di area puncak aliran air batas vegetasi yang berada di perbatasan jalur Baturraden, Kabupaten Banyumas.
"Kemarin memang tidak jadi mendaki mencari korban karena jalur ditutup. Dengan kondisi cuaca cerah hari ini, keluarga bersama tim ikut naik," jelas Handika.
2. Terpisah karena kram

Berdasarkan data yang dihimpun, Syafiq mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran.
Keduanya memulai pendakian pada Jumat (27/12/2025). Himawan berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025). Berdasarkan kesaksian Himawan, Syafiq mengalami kendala fisik sebelum mereka terpisah.
"Berdasarkan saksi Himawan, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan," ungkap Handika menirukan keterangan saksi.
Posisi terakhir mereka diketahui berada di puncak aliran air batas vegetasi sebelum akhirnya Syafiq tertinggal dan hilang kontak.
3. Operasi SAR berakhir besok

Basarnas menegaskan, operasi pencarian tambahan ini akan dimaksimalkan selama dua hari terakhir. Jika tidak ada tanda-tanda ditemukan, operasi direncanakan akan ditutup pada Rabu (7/1/2026).
"Pencarian dilakukan mulai hari ini dan akan dihentikan besok, Rabu (7/1/2026). Semoga korban dapat segera ditemukan dengan selamat," pungkas Handika.

















