- Beras: Beras SPHP Bulog Rp12.500/kg, medium Rp13.500/kg, dan premium pada kisaran Rp14.000–Rp14.900/kg.
- Minyak Goreng & Gula: Minyakita Rp15.700/liter, minyak kemasan premium Rp21.000/liter, dan gula pasir Rp17.000–Rp17.500/kg.
- Daging dan Telur: Daging sapi dan kerbau berkisar Rp130.000–Rp140.000/kg, daging ayam ras Rp40.000/kg (sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi/HET), dan telur ayam ras stabil di Rp30.000/kg.
- Bumbu Dapur & Terigu: Bawang merah Rp41.000/kg, bawang putih honan Rp32.000/kg, dan tepung terigu Rp13.500/kg.
- Cabai: Cabai merah keriting dan hijau terpantau berada di bawah HET (sekitar Rp35.000/kg). Sementara itu, temuan harga cabai rawit merah bervariasi mulai dari Rp30.000 hingga Rp90.000/kg, dengan beberapa laporan mencatat adanya tren penurunan dari Rp100.000 menjadi Rp70.000/kg.
Mendag Pastikan Stok Pangan Aman di Pasar Kudus, Ada Intervensi

- Mendag Budi Santoso bersama pejabat daerah meninjau Pasar Baru Kudus untuk memastikan harga dan stok pangan stabil menjelang Idulfitri 1447 H.
- Hasil pantauan menunjukkan mayoritas harga bahan pokok seperti beras, minyak, gula, daging, dan cabai masih terkendali dengan beberapa komoditas mengalami penurunan harga.
- Pemerintah memanfaatkan sistem SP2KP untuk memantau harga di ratusan pasar serta siap melakukan intervensi cepat guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Kudus, IDN Times – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris meninjau harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Baru (Wergu Wetan), Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026). Peninjauan itu untuk memastikan stabilitas harga dan keamanan stok pangan menjelang perayaan Idulfitri 1447 H dan sebagai upaya memberikan ketenangan bagi masyarakat agar dapat berbelanja kebutuhan Lebaran sesuai dengan harga acuan.
1. Rincian harga komoditas di lapangan

Berdasarkan hasil pantauan bersama di lokasi, mayoritas harga pangan terpantau normal dan terkendali. Berikut rincian harga sejumlah komoditas utama di pasar tersebut.
2. Sistem pemantauan dan sinergi intervensi

Budi menjelaskan, pemerintah memantau pergerakan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau sekitar 550 titik pasar di lebih dari 500 kabupaten/kota. Aplikasi ini terintegrasi secara nasional dan akan memicu peringatan (leveling) jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Meski sistem digital beroperasi, Budi menilai pengecekan fisik tetap krusial. Kehadiran pemerintah di pasar secara psikologis membantu pedagang mengendalikan harga sesuai ketentuan. Ia juga meminta peran aktif media untuk melaporkan lonjakan harga di lapangan agar pemerintah bisa segera mengambil langkah intervensi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami terus berkoordinasi dengan pemasok untuk menjamin barang tersedia dengan harga terjangkau. Jika ada kenaikan harga yang signifikan, sistem kami akan memberikan peringatan (leveling) agar segera dilakukan intervensi pasar,” kata Budi.
Sejalan dengan arahan pusat, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Kita pakai JTAB, BI, termasuk Bulog untuk melakukan operasi pasar dan intervensi apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan,” ujarnya.
3. Harapan pedagang

Dalam dialog bersama rombongan, pedagang menyampaikan kondisi riil pasokan. Rina, seorang pedagang daging, menyebut pasokan sapi saat ini agak susah dan harganya mulai naik sejak awal tahun. Walakin, ia berharap ketersediaan barang tetap terjamin menjelang Lebaran.
Harapan senada datang dari Alfi, pedagang telur dan sayur. Ia meminta pemerintah terus menjaga stabilitas harga agar bahan kebutuhan pokok tetap terjangkau.
"Karena yang kasihan adalah masyarakat kecil," tuturnya.

















