Tegas! Respati Walkot Surakarta Tolak Jadi Penengah Dua Kubu Keraton Solo

- Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan tidak akan menjadi penengah konflik dua kubu Keraton Kasunanan, dan memilih fokus menjaga kelancaran serta kekhidmatan tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro.
- Pemkot Surakarta bersama Forkopimda, Polresta, dan Kodim 0735/Surakarta menyiagakan Satpol PP, Dishub, serta Dinas Pariwisata untuk memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat selama kirab berlangsung.
- KGPH Panembahan Agung Tedjowulan meminta Wali Kota Solo memfasilitasi pertemuan antara kubu PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo guna membahas penyelenggaraan Kirab Pusaka Malam 1 Suro.
Surakarta, IDN Times - Wali Kota Surakarta Respati Ardi angkat bicara terkait dinamika menjelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di tengah munculnya rencana penyelenggaraan kirab oleh dua kubu berbeda di lingkungan keraton, Respati mengaku lebih memilih fokus menjaga kelancaran dan kekhidmatan tradisi ketimbang terlibat dalam persoalan internal keraton.
Menurut Respati, Pemerintah Kota Surakarta menghormati seluruh proses adat yang berlangsung di internal Keraton Kasunanan. Karena itu, Pemkot mengambil posisi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Kami menghormati dinamika yang ada di internal Keraton Kasunanan,” kata Respati, Kamis (11/6/2025).
1. Diminta Jadi Mediator Dua Kubu Keraton

Munculnya dua agenda Kirab Pusaka Malam 1 Suro dari dua kubu berbeda yakni kubu PB XIV Hangabehi dan kubu PB XIV Purboyo di Keraton Kasunanan memunculkan harapan agar Pemerintah Kota turun tangan menjadi penengah. Namun, Respati menegaskan dirinya tidak ingin masuk terlalu jauh ke dalam urusan internal keraton.
Ia menilai yang lebih penting saat ini adalah memastikan masyarakat dapat mengikuti tradisi tahunan tersebut dengan nyaman dan aman.
Respati mengatakan pemerintah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan fokus pada aspek pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan ketertiban selama pelaksanaan kirab berlangsung.
“Pemerintah Kota bersama Forkopimda akan fokus pada pengamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat yang ingin menyaksikan maupun mengikuti rangkaian tradisi ini,” ujarnya.
2. Pemkot Kerahkan Satpol PP hingga Dishub

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkot Surakarta telah melakukan koordinasi dengan Forkopimda, Polresta Surakarta, serta Kodim 0735/Surakarta. Sejumlah organisasi perangkat daerah juga disiagakan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata mendapat tugas membantu pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, hingga pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Solo.
“Kami berkoordinasi dengan Forkopimda, jajaran kepolisian, serta Kodim 0735/Surakarta untuk memastikan pelaksanaan Kirab 1 Suro berjalan lancar. Kami juga menugaskan Satpol PP, Dishub, dan Dinas Pariwisata agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar,” jelasnya.
Selain memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat, Kirab 1 Suro juga menjadi magnet wisata yang setiap tahun menarik ribuan pengunjung ke Kota Solo. Respati berharap momentum tersebut mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata.
Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan semangat menjaga tradisi agar peringatan Tahun Baru Jawa tetap berlangsung khidmat dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Saya berharap seluruh pihak dan seluruh masyarakat ikut mendukung kelancaran kegiatan Kirab 1 Suro. Semoga dari kesakralan ini, kita mendapatkan manfaat langsung dan menjadi ruang refleksi diri,” pungkasnya.
3. Pihak Tedjowulan minta pemerintah jadi penengah penyelenggara kirab malam Satu Sura

Sebelumnya, Pelestarian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan meminta adanya rapat bersama Wali Kota Solo Respati dan kubu Pakubuwono (PB) XIV Purbaya untuk membahas Kirab Pusaka Malam 1 Suro.
Ia meminta Walikota Solo menengahi kedua kubu yang akan menggelar kirab malam 1 Sura.
“Sudah banyak masukan dan sudah banyak analisis, sehingga diambil kesimpulan bahwa tanggal 13 atau 14 nanti. Saya tadi dari perwakilan Balai Kota (Solo) ada, supaya dilaporkan ke Pak Wali supaya Pak Wali mengundang kita semuanya," ujar Tedjowulan saat ditemui di Keraton Solo, Rabu (10/6/2026).
“Itu jadi dari saya, sama Gusti Wandansari nanti dari pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah keraton ini. Itu yang perlu saya sampaikan,” pungkasnya.

















