Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rahasia Kursi Nyaman KRL Solo-Jogja, Hindari Gerbong Ini Kalau Tidak Mau Berdiri Sejam!

Rahasia Kursi Nyaman KRL Solo-Jogja, Hindari Gerbong Ini Kalau Tidak Mau Berdiri Sejam!
KRL Solo-Palur berhenti di Stasiun Solo Jebres. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Penumpang KRL Solo-Jogja sering kehabisan kursi karena menumpuk di gerbong tengah dekat tangga, yang selalu jadi titik paling padat di setiap stasiun besar.
  • Gerbong khusus wanita bisa lebih sesak saat jam sibuk, sehingga peluang duduk justru lebih besar di gerbong umum nomor dua atau tiga.
  • Gerbong ujung dan posisi dekat penumpang yang akan turun memberi peluang lebih tinggi untuk mendapatkan kursi selama perjalanan satu jam Solo–Jogja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surakarta, IDN Times — Perjalanan menggunakan Commuter Line alias KRL Solo-Jogja memakan waktu sekitar satu jam dari stasiun ujung ke ujung. Bagi kamu yang sudah lelah setelah seharian bekerja atau kuliah, berdiri selama 60 menit di dalam kereta yang padat tentu bisa bikin kaki pegal dan stamina ambrol.

Banyak penumpang mengira mendapatkan kursi di dalam KRL murni karena faktor keberuntungan atau hoki. Padahal, para "anker" (anak kereta) alias komuter sejati punya rahasia dan strategi khusus, termasuk tahu persis gerbong mana saja yang harus dihindari agar tidak kehabisan tempat duduk.

Mau tahu rahasianya? Biar kamu gak apes dan terpaksa berdiri sepanjang jalan, berikut adalah trik memilih gerbong dan menghindari area padat di KRL Solo-Jogja. Simak baik-baik, Lur!

1. Jangan Mengantre di Gerbong Tengah Dekat Tangga Akses

Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Kesalahan paling klasik yang sering dilakukan oleh penumpang, terutama pelancong atau pengguna musiman, adalah langsung berhenti dan mengantre di gerbong yang posisinya paling dekat dengan pintu masuk atau tangga stasiun.

Mengapa Harus Dihindari?: Di Stasiun Solo Balapan, Purwosari, maupun Yogyakarta (Tugu), arus penumpang paling masif selalu menumpuk di gerbong bagian tengah karena kebanyakan orang malas berjalan jauh menyusuri peron. Gerbong ini otomatis akan langsung penuh berdesakan dalam hitungan detik begitu pintu kereta terbuka.

2. Hati-hati dengan Gerbong Khusus Wanita di Jam Sibuk

Penumpang KRL Solo-Palur. (IDN Times/Larasati Rey)
Penumpang KRL Solo-Palur. (IDN Times/Larasati Rey)

Bagi penumpang perempuan, gerbong khusus wanita (GKW) yang biasanya berada di gerbong pertama dan terakhir rangkaian memang menawarkan privasi. Namun, di jam-jam krusial, gerbong ini bisa jadi jebakan betmen.

Mengapa Harus Dihindari?: Pada jam padat seperti sore hari saat jam pulang kantor, gerbong khusus wanita sering kali justru jauh lebih penuh sesak dan kompetitif dibanding gerbong umum. Jika kamu mengincar posisi duduk yang lebih longgar, bergeser ke gerbong umum (gerbong nomor 2 atau 3) sering kali justru memberikan peluang mendapat kursi yang lebih besar.

3. Solusinya: Melangkahlah ke "Gerbong Ujung" Sisi Terjauh

KRL Solo-Jogja di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
KRL Solo-Jogja di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Jika kamu masuk ke peron stasiun dan melihat kereta belum datang, jangan malas untuk melangkahkan kaki berjalan agak jauh menuju area peron paling ujung.

Trik Rahasianya: Gerbong nomor 2 dari depan atau nomor 2 dari belakang adalah sweet spot alias zona paling aman yang sering kali masih menyisakan kursi kosong. Karena posisinya yang jauh dari tangga keluar-masuk stasiun, penumpukan orang di gerbong ini jauh lebih minimalis. Kamu punya kesempatan lebih besar untuk mengistirahatkan kaki di kursi empuk KRL.

4. Berdiri di depan penumpang dengan tanda-tanda akan turun

KRL Solo-Jogja. (IDN Times/Larasati Rey)
KRL Solo-Jogja. (IDN Times/Larasati Rey)

Jika kamu terpaksa harus masuk ke kereta dalam kondisi sudah penuh dan harus berdiri, jangan asal berdiri di sembarang tempat. Berdirilah di depan penumpang yang menunjukkan tanda-tanda akan turun di stasiun besar terdekat (seperti Stasiun Klaten atau Lempuyangan).

Ciri-cirinya mudah ditebak, Lur:

Mereka mulai gelisah dan tidak lagi menyandarkan punggungnya ke kursi.

Mulai memakai jaket, merapikan tali tas, atau mengantongi smartphone mereka.

Pandangan matanya mulai fokus melihat ke arah jendela luar stasiun.

Begitu pantat mereka terangkat dari kursi saat kereta melambat, pastikan kamu sudah siap di posisi terdekat untuk langsung mengamankan tempat duduk tersebut.

Nah, itulah rahasia dan trik jitu memilih gerbong KRL Solo-Jogja biar perjalananmu nyaman tanpa perlu bertumpu pada kaki selama sejam penuh. Selamat mencoba dan semoga beruntung dapat kursi hari ini, ya Lur!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More