Banyumas, IDN Times - Musim kemarau panjang lagi-lagi bikin ketersediaan air di banyak daerah menipis. Debit irigasi turun, lahan pertanian terancam gagal tanam hingga puso, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat ikut terdampak.
Belum lagi ancaman El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya akhir 2026 sampai awal 2027, dengan suhu anomali bisa sampai 36°C dan curah hujan sangat rendah di Jawa.
Di Desa Cilongok, Banyumas, sejumlah petani memutuskan tidak lagi bergantung pada pola tanam konvensional. Mereka mulai menerapkan sistem Sawah Pokok Murah (SPM) yang dinilai lebih hemat air, biaya, dan tahan hama.
