Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ASN Boyolali Ngaku Diminta Menangkan Ganjar, Bambang Pacul: PDIP Rentan Isu Itu

ASN Boyolali Ngaku Diminta Menangkan Ganjar, Bambang Pacul: PDIP Rentan Isu Itu
Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. IDN Times/Ardiansyah Fajar
Share Article

Semarang, IDN Times - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah merespons temuan kasus seorang ASN asal Boyolali yang mengaku diperintahkan untuk memenangkan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo. Pengakuan ASN tersebut belakangan viral di media sosial (medsos). 

1. Bambang Pacul respon video ASN yang viral

Ilustrasi ASN (Dok. Humas Kota Bandung)
Ilustrasi ASN (Dok. Humas Kota Bandung)

Menurut Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, serangan masif memang kerap ditujukan kepada wilayah basis massa PDIP yang tergolong kuat. Wilayah yang dimaksud antara lain Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali dan Kota Solo. 

"Rata-rata wilayah terlalu kuat rentan terhadap isu seperti itu. Seperti Boyolali, Solo dan Wonogiri," katanya di Panti Marhaen Semarang, belum lama inli. 

Ia mengaku telah mengimbau kepada para kader PDIP untuk tidak gampang terprovokasi dengan isu-isu yang belum pasti kebenarannya. Sebab menyebaran hoaks saat ini menjadi hal yang perlu diantisipasi. 

"Jadi harus hati-hati, makin tinggi pohon makin banyak kena angin, tiupan makin kuat. Persis dengan wilayah yang mana kuat, ya dibikin jelek kan begitu saja," paparnya.

2. Bambang Pacul: Serangan udara dari TikTok, video, dan sosmed

ilustrasi profil TikTok (unsplash.com/Aaron Weiss)
ilustrasi profil TikTok (unsplash.com/Aaron Weiss)

Lebih lanjut, Bambang Pacul juga berkata bahwa serangan tersebut biasa ketika momentum kontestasi politik seperti saat ini. 

Ia pun mempertanyakan kejelasan dari video pengakuan ASN Boyolali yang viral apakah fakta atau setingan semata. 

"Begini lho, serangan udara itu sekarang melalui TikTok, melalui video, dan apa pun yang namanya sosmed. Maka pertanyaannya itu didesain atau fakta. Kita masih tanda tanya kan," tuturnya. 

3. Sempat konfirmasi ke Ketua PDIP Boyolali

Bendahara PDIP Jateng Agustin Wilujeng, Sekretaris PDIP Jateng Sumanto dan Ketua Komisi D Fraksi PDIP Jateng, Alwin Basri berjalan kaki bersama arak-arakan massa PDIP menuju kantor KPU Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Bendahara PDIP Jateng Agustin Wilujeng, Sekretaris PDIP Jateng Sumanto dan Ketua Komisi D Fraksi PDIP Jateng, Alwin Basri berjalan kaki bersama arak-arakan massa PDIP menuju kantor KPU Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sehingga, pihaknya akan melakukan investigasi guna memastikan kebenaran video tersebut. Bambang Pacul juga bertanya langsung kepada Ketua DPC PDIP Boyolali, Susetya Kusuma. 

"Kita tanya, Mas itu siapa? Kita tanya kuwi sopo pakai baju ASN, ono departemene, 'Tak takoni ga enek sing ngaku ik Mas. Wajahe ra ketok Mas dadi bener ora, ora ngerti Mas'. Lha koe nglakoni ngono ora? Ora Mas, katanya. Berarti ini dobol- dobolan," katanya. 

4. Nana Sudjana terjunkan tim satgas antisipasi kecurangan pemilu

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Terpisah, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menyampaikan telah mengecek kebenaran pengakuan ASN Boyolali tersebut dengan mengerahkan tim satuan tugas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi resiko kecurangan selama masa kampanye. 

Pihaknya menekankan bagi ASN yang tidak netral maka akan diproses dengan pengenaan sanksi. "Tapi itu bukan tugas kita, ada tim khusus di lapangan untuk mencegah kecurangan. Bila ada keterlibatan dan kecurangan dari ASN akan kami proses," tambahnya. 

Adapun tim tersebut akan memantau secara terus-menerus terkait aktivitas ASN dan berkaitan dengan tindakan yang berpotensi mengarah pada pelanggaran netralitas selama Pemilu. 

Selain itu, setiap ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan bersikap profesional. Para ASN tidak boleh melakukan politik praktis atau tidak boleh mengikuti dan menjadi bagian dari partai politik. 

"Jadi simbol-simbol menggunakan jari ataupun hal lain sangat sensitif. Sanksinya sudah jelas. Ada sanksi ringan, sedang, dan berat. Kalau yang berat ini bisa juga kita berhentikan sebagai ASN," ujar Nana.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

4 Konsep Pengasuhan Laki-Laki Baru Cegah Kekerasan Anak dan Fatherless

28 Jun 2026, 23:00 WIBNews