Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha Diprediksi Meningkat di Awal 2026

- Hasil survei BI Jateng: Kegiatan dunia usaha diprediksi meningkat di Triwulan I 2026.
- Peningkatan kegiatan dunia usaha terjadi di Provinsi Jawa Tengah.
- Survei SKDU menunjukkan prospek positif untuk pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026.
Semarang, IDN Times - Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (BI Jateng) memprediksi kegiatan dunia usaha akan mengalami peningkatan pada awal tahun atau Triwulan I 2026.
1. Seluruh lapangan usaha diprakirakan tumbuh positif

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BI Jateng, Andi Reina Sari mengatakan, responden memprakirakan kegiatan usaha pada Triwulan I 2026 berada dalam tren peningkatan lanjutan dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 32,14 persen.
‘’Seluruh kinerja Lapangan Usaha (LU) juga diprakirakan tumbuh positif terutama pada LU Industri Pengolahan (9,33 persen), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (6,40 persen), serta LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (5,26 persen),’’ ungkapnya, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, LU Jasa Keuangan, LU Konstruksi, LU Informasi dan Komunikasi, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga diprakirakan tumbuh positif seiring meningkatnya permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idulfitri.
2. Dunia usaha meningkat di Triwulan IV 2025

Sementara, pada kinerja kegiatan dunia usaha juga meningkat pada Triwulan IV 2025. Hal ini tercermin dari nilai SBT sebesar 9,56 persen, lebih tinggi dari SBT pada Triwulan III 2025 sebesar 6,01 persen. Kinerja LU tercatat positif dengan kenaikan signifikan pada LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
‘’Perkembangan ini sejalan dengan musim panen yang sedang berlangsung pada triwulan IV 2025. Selain itu, kinerja LU Transportasi dan Pergudangan (1,63 persen), LU Jasa Lainnya (1,25 persen), LU Pertambangan dan Penggalian (0,85 persen), Real Estate (0,82 persen), serta LU Perdagangan Besar Eceran dan Reparasi Mobil Motor (0,58 persen) turut mencatatkan pertumbuhan positif seiring pertumbuhan permintaan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru),’’ jelas Andi.
3. Kapasitas produksi terpakai meningkat

Kemudian, kapasitas produksi terpakai pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 71,46 persen, meningkat dari triwulan sebelumnya, yaitu 69,89 persen. Peningkatan didorong oleh LU Pertambangan dan Penggalian(15,42 persen), LU Pengadaan Air (5,25 persen), serta LU Industri Pengolahan(2,45 persen).
‘’Penggunaan tenaga kerja terindikasi tetap kuat dan berada dalam fase ekspansi (0,80 persen) dibandingkan triwulan sebelumnya (minus 6,44 persen). Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum berada dalam kondisi baik, terutama pada aspek Likuiditas, Rentabilitas, dan Akses Kredit,'' tandasnya.


















