Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bulog Jateng Ancang-ancang Serap 532 Ribu Ton Gabah, Dikawal TNI
Pimpinan Bulog Kanwil Jateng Sopran Kenedi bersama Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat memberi keterangan kepada para wartawan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Bulog Kanwil Jateng siapkan gudang untuk serapan gabah dan beras
  • Gudang berkapasitas 75 ribu ton disiapkan, kerja sama dengan TNI, BUMN, dan resi gudang
  • Rakor penyerapan beras daerah hasil komitmen bersama untuk mendukung swasembada pangan di Jateng
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah dan DIY sedang menyiapkan gudang untuk tempat penyimpanan hasil serapan gabah di seluruh wilayah lumbung padi.

Berdasarkan penuturan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sopran Kenedi pihaknya harus menyerap beras minimal 20 persen dari Perpadi, serta 532 ribu ton gabah. 

1. Bulog buka opsi sewa gudang atau pinjam pakai

Penandatanganan perjanjian kerjasama antar Bulog dengan Perpadi saat rapat koordinasi penyerapan beras daerah di Aula Oryza Sativa Bulog Jateng, Rabu (6/2/2025). (IDN Times/Fariz Fardianto)

Untuk tahap kesiapan gudang, pihaknya juga menyiapkan tempat berkapasitas 75 ribu ton yang siap untuk diisi. 

“Selebihya akan kerja sama baik melalui gudang sewa, atau sistem pinjam pakai dengan TNI, BUMN, dan resi gudang yang dikelola oleh Dinas Perdagangan atau pemerintah daerah. Tentunya akan kita assessment dahulu kelayakan gudang untuk penyimpanan beras,” tuturnya saat rapat koordinasi penyerapan beras daerah di Aula Oryza Sativa Bulog Jateng, Rabu (6/2/2025). 

2. Siapkan gudang serapan gabah

IDN Times/Istimewa

Penyiapan gudang-gudang dimanfaatkan juga untuk menampung beras. Sehingga bisa memperbanyak serapan gabah dari petani.

Untuk rakor penyerapan beras daerah setidaknya menghasilkan komitmen bersama untuk menyerap gabah dan atau beras dalam mendukung swasembada pangan di Jateng. 

Sebagai informasi, rakor tersebut dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan antara Kementerian Pertanian, Perum Bulog, Perpadi, dan Panglima TNI pada tanggal 30 Januari 2025, di Kementerian Pertanian. 

3. Jateng diklaim bisa produksi 4,8 juta ton gabah kering

Kamera televisi dan alat perekam suara diarahkan kepada Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat wawancara mengenai kesiapan penyerapan beras daerah. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sementara Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengklaim wilayahnya mampu memproduksi 4,8 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 2,3 juta ton beras selama rentang bulan Februari–April 2025.

“Hasil itu dengan perkiraan luas panen padi lebih dari 688 ribu hektar,” paparnya. 

4. Patokan harga gabah kering Rp6.500 per kilo

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kedua dari kanan) meninjau lokasi bencana longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2025). (Dokumentasi BNPB)

Sesuai komitmen bersama, katanya Bulog Kanwil Jawa Tengah ditarget mampu menyerap gabah dari petani hingga menjadi setidaknya 383.144 ton setara beras.

“Saya berharap kepada Perum Bulog untuk mampu menyerap gabah (kering) seharga Rp6.500 per kilogram, dan beras Rp12 ribu. Dan kita harapkan (dari) petani mampu menyiapkan (hasil) gabah atau padinya agar berkualitas.” kata Nana.

Ia juga meminta Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) untuk menjalin komunikasi dengan  Bulog. Tujuannya, supaya realisasi penyerapan 20 persen beras oleh Bulog dari Perpadi bisa tercapai.

Untuk hasil panen yang baik, Nana juga meminta agar pemerintah kabupaten/kota dan TNI mendampingi petani mulai dari proses pembibitan, masa panen, hingga penjualan. 

Editorial Team

Related Article