Bupati Brebes Pastikan 40 Kopdes Merah Putih Jualan Sembako dan Pupuk

- Bupati Brebes memastikan 40 Kopdes Merah Putih sudah beroperasi di wilayahnya, dengan layanan sembako, gas elpiji, pupuk, BRI Link, dan cold storage.
- Kabupaten Brebes siap menggunakan dana desa untuk mengisi permodalan kopdes. Mitha juga akan menugaskan dua hingga tiga PPPK di setiap kopdes.
- Ketersediaan pupuk di tiap kopdes berkaitan dengan profesi petani bawang merah, padi, dan jagung yang menjadi prioritas utama dalam layanan koperasi.
Brebes, IDN Times - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan tak kurang 40 koperasi desa merah putih sudah beroperasi di wilayahnya. Bahkan ada 279 desa dan kelurahan di Brebes yang sudah membentuk badan hukum untuk pengoperasian kopdes merah putih.
"Kopdes di Brebes sudah berjalan di 40 desa. Sudah ada layanan sembako, gas elpiji, pupuk, BRI Link, bahkan ada yang sudah memiliki cold storage," kata Mitha kepada IDN Times usai Rapat Koordinasi Satgas Nasional, Satgas Provinsi, dan Satgas Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah dalam rangka Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dipimpin Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (28/8/2025).
Mengenai penggunaan dana desa untuk mengisi permodalan kopdes, Mitha menyampaikan Kabupaten Brebes secara prinsip juga siap.
‘’Dari Brebes insyaallah siap (dana desa),’’ tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Mitha menuturkan bakal menugaskan dua hingga tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di setiap kopdes, untuk mendapingi mereka.
‘’Nanti kita akan dampingi dengan PPPK dua sampai tiga, untuk mendampingi koperasi desa setiap desa. Untuk pengajuan formasinya sekarang baru lewat Pemkab, belum ke Mendagri,’’ paparnya.
Lalu berkaitan ketersediaan pupuk di tiap kopdes apakah berkaitan dengan bawang merah sebagai komoditas unggulan Brebes, Mitha menjelaskan bahwa sekitar 70 persen warganya berprofesi sebagai petani.
Oleh karena itu, pupuk menjadi salah satu prioritas utama dalam layanan koperasi.
‘’Iya jadi karena Brebes ini 70 persennya itu petani bawang merah, padi, jagung, pasti setiap koperasi desa itu menjual pupuk subsidi,’’ katanya.
Kendati demikian ia mengaku ada kendala terkait permodalan awal pembentukan koperasi merah putih. Pasalnya selama ini, katanya, masih mengandalkan iuran wajib dan iuran pokok anggota yang menjadi modal awal koperasi.
‘’Permodalan ada kendala ya. yang tadi sudah disampaikan beberapa bupati, tapi memang menteri koperasinya kan peraturannya juklak juknisnya masih belum. Sementara ini jalan dengan uang sendiri, iuran para anggota,’’ katanya.