Sambut Lebaran 2026, Bank Mandiri Semarang Siapkan Uang Tunai Rp4,18 T

- Bank Mandiri Semarang menyiapkan uang tunai Rp4,18 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 2026, naik 17,92% dari tahun sebelumnya guna menjaga kelancaran transaksi masyarakat.
- Penyediaan dana dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi akibat pembayaran gaji, THR, serta meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran melalui perencanaan likuiditas dan optimalisasi infrastruktur.
- Selain uang tunai, Bank Mandiri menyiagakan likuiditas Rp18 triliun di BI-Fast dan memperkuat layanan digital seperti e-money serta aplikasi Livin’ by Mandiri bagi jutaan pengguna.
Semarang, IDN Times - Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang menyiapkan uang tunai senilai Rp4,18 triliun untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan kelancaran ekonomi masyarakat selama periode Ramadan serta Idulfitri 1447 Hijriah (H). Dari total tersebut, mereka mengalokasikan Rp2,797 triliun khusus untuk pengisian mesin ATM dan CRM pada periode 6--25 Maret 2026.

Alokasi uang tunai di wilayah Semarang itu meningkat 17,92 persen (year on year/y-o-y) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp3,54 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat menjelang puncak arus mudik dan Lebaran.
Secara nasional, Bank Mandiri mengalokasikan uang tunai sebesar Rp44 triliun, naik 5 persen (y-o-y) dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp41,9 triliun. Rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai nasional pada periode ini diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari.
2. Antisipasi lonjakan transaksi lebaran

Regional CEO Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang, Iwan Tri Imawan mengatakan, penyediaan uang tunai itu merupakan komitmen Bank Mandiri untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat secara optimal.
Seperti diketahui, Lonjakan kebutuhan uang tunai terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), serta tingginya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.
"Langkah ini dirancang melalui perencanaan likuiditas berbasis proyeksi transaksi nasional, serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi," katanya di Semarang, Rabu (11/3/2026).
3. Kesiapan likuiditas BI-Fast

Selain uang tunai, Bank Mandiri juga mengantisipasi lonjakan transaksi nontunai pada periode puncak Lebaran (18--25 Maret 2026). Perusahaan menyiagakan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast, atau mengalokasikan sekitar Rp2,5 triliun per hari.
Dari sisi infrastruktur, Bank Mandiri memastikan 12.900 unit ATM/CRM dan 322.000 mesin EDC beroperasi maksimal di seluruh Indonesia. Khusus wilayah Jawa 2 Semarang, perusahaan mengoperasikan 1.202 unit ATM/CRM dan 32.164 mesin EDC.
Tim pemantauan teknologi informasi (TI) juga disiagakan 24 jam untuk menjaga kelancaran seluruh saluran pembayaran elektronik.
4. Penguatan ekosistem layanan digital

Sebagai langkah antisipasi kebutuhan mobilitas pemudik, Bank Mandiri turut menyediakan stok 1,1 juta keping kartu Mandiri e-money.
Nasabah bisa mendapatkannya di kantor cabang, fitur Sukha, jaringan ritel (Indomaret dan Alfamart), toko resmi daring (e-commerce), hingga mesin penjual otomatis (vending machine) di berbagai titik transportasi.
"Aplikasi Livin' by Mandiri yang sudah melayani 37,9 juta pengguna bisa untuk berbagai transaksi harian, pembayaran kode QRIS, hingga pemesanan tiket perjalanan melalui fitur Sukha. Nasabah yang melintasi jalan tol juga bisa memanfaatkan fitur top up (isi ulang) saldo e-money di mana saja dan kapan saja," pungkas Iwan.


















