Wali Kota Semarang Ajak Buruh Peduli Lingkungan Saat Gelar Aksi

- Wali Kota Semarang mengapresiasi aksi damai buruh yang turut memunguti sampah saat peringatan Hari Buruh, menilai hal itu sebagai bentuk kedewasaan dan tanggung jawab sosial.
- Pemerintah Kota Semarang menegaskan keterbukaannya terhadap dialog dengan buruh, menjadikan aspirasi mereka sebagai bahan evaluasi untuk kebijakan yang lebih baik.
- Aksi buruh di Hari Buruh 2026 mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan, menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.
Semarang, IDN Times - Aksi Hari Buruh yang dilakukan puluhan pekerja di Balai Kota Semarang mendapat apresiasi dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Jumat (1/5/2026). Pasalnya mereka menyampaikan aspirasi dengan tertib sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
1. Buruh punguti sampah berserakan

Pada peringatan Hari Buruh ini mereka tidak hanya menyuarakan tuntutan secara damai, tetapi juga turut memunguti sampah yang berserakan di sekitar lokasi kegiatan.
Agustina menilai, sikap tersebut mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi sekaligus kepedulian sosial yang patut dicontoh.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman buruh yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Lebih dari itu, kepedulian dengan memunguti sampah menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya soal tuntutan, tetapi juga tanggung jawab menjaga lingkungan,” ujarnya saat menemui buruh yang berunjuk rasa.
2. Buka ruang dialog dengan buruh

Menurutnya, aksi tersebut menjadi pesan positif bahwa kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga ketertiban dan kebersihan kota. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk para buruh.
“Kami selalu membuka ruang dialog. Aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi pemerintah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agustina berharap semangat yang ditunjukkan para buruh ini dapat menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarakat dalam setiap kegiatan, baik aksi sosial maupun kegiatan publik lainnya.
3. Perkuat nilai-nilai kebersamaan

“Semarang adalah rumah kita bersama. Menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan teman-teman buruh hari ini adalah contoh baik yang patut diapresiasi,” pungkasnya.
Dengan suasana yang kondusif dan penuh kesadaran kolektif, peringatan Hari Buruh di Kota Semarang tahun ini tidak hanya menjadi momentum menyuarakan aspirasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
















