Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iduladha Makin Dekat,Permintaan Arang di Banyumas Naik 70 Persen

Iduladha Makin Dekat,Permintaan Arang di Banyumas Naik 70 Persen
Produksi arang di desa Cibangkong, Banyumas alami peningkatan menjelang iduladha 2026, Senin (25/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya Sih
  • Menjelang Iduladha, permintaan arang di Desa Cibangkong, Banyumas melonjak hingga 70 persen, membuat para produsen kewalahan memenuhi pesanan dari berbagai daerah.
  • Kenaikan permintaan membawa dampak ekonomi positif bagi warga, namun ketersediaan bahan baku seperti batok kelapa mulai menipis dan memicu kenaikan harga jual arang.
  • Desa Cibangkong dikenal sebagai sentra produksi arang tradisional Banyumas yang masih mempertahankan metode pembakaran manual dan membutuhkan dukungan untuk pengembangan industri rumahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyumas, IDN Times- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, berubah menjadi pusat kesibukan produksi arang.

Tumpukan arang kayu dan arang batok kelapa memenuhi halaman rumah warga yang berprofesi sebagai pengrajin. Pesanan datang bertubi-tubi dari berbagai daerah, membuat para produsen lokal kewalahan memenuhi permintaan yang melonjak drastis.

Arang menjadi komoditas paling diburu karena menjadi bahan bakar utama untuk membakar daging kurban. Kini, baik perorangan maupun pelaku usaha kuliner berebut stok untuk mempersiapkan momen Idul Adha yang tinggal menghitung hari.

1. Lonjakan permintaan hingga 70 persen

Seorang pria mengenakan kaus biru dan topi sedang memilah arang di tempat produksi dengan tumpukan karung di sekelilingnya.
Udin sebut peningkatan permintaan sudah terasa sejak satu bulan terakhir, Senin (25/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Salah satu produsen arang di Desa Cibangkong, Udin, mengatakan peningkatan permintaan sudah terasa sejak satu bulan terakhir. Ia bahkan telah mempersiapkan stok jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan.

"Kita sudah mempersiapkan sebulan sebelumnya, karena alhamdulillah di momen Idul Adha ini peningkatan sampai 70 persen. Kita menyediakan arang kayu dan arang batok kelapa juga dipersiapkan. Karena pembeli macam-macam, ada yang ingin kayu bakar, ada juga yang minta arang batok kelapa,"ujar Udin.

Menurut Udin, tidak hanya volume penjualan yang meningkat, harga pun ikut naik. Arang batok kelapa yang biasanya dijual Rp9.000 per kilogram, kini merangkak naik menjadi Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Sementara itu, produsen lain, Sarwono, mengaku produksi arang miliknya kini sudah mencapai lebih dari empat ton per minggu. Meski demikian, ia tetap kesulitan memenuhi semua pesanan yang masuk.

"Permintaan sekarang alhamdulillah banyak sekali, yang bikin kewalahan. Kalau hari biasa harga masih normal, sekarang sudah ada kenaikan sampai seribu lima ratus rupiah per kilo,"kata Sarwono.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus membengkak, Sarwono terpaksa berkoordinasi dengan sesama produsen arang di wilayah Pekuncen. Ia mengungkapkan bahwa kayu sono keling menjadi bahan favorit karena kualitas panasnya lebih baik dan tahan lama dibanding jenis kayu lainnya.

2. Dampak ekonomi dan tantangan bahan baku

Seorang pria mengenakan topi dan kaus biru sedang menuangkan arang dari wadah di area produksi dengan tumpukan karung di sekitarnya.
Para produsen memprediksi permintaan masih akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya beberapa hari sebelum Iduladha, Senin (25/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Lonjakan permintaan ini membawa berkah ekonomi bagi warga Cibangkong yang menggantungkan hidup dari produksi arang. Namun di sisi lain, muncul tantangan baru, terutama ketersediaan bahan baku arang batok kelapa yang semakin sulit didapatkan.

Banyak pedagang sate, rumah makan, dan pelaku usaha kuliner di Banyumas dan sekitarnya mulai memborong arang dalam jumlah besar. Selain untuk kebutuhan kurban, arang juga menjadi andalan untuk usaha angkringan dan warung sate yang ramai menjelang hari raya.

Para produsen memprediksi permintaan masih akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya beberapa hari sebelum Idul Adha. Mereka berharap pasokan bahan baku tetap terjaga agar tidak terjadi kelangkaan di saat permintaan sedang tinggi-tingginya.

3. Desa sentra arang Banyumas

Warga Desa Cibangkong Banyumas memasang spanduk di depan kantor desa yang menjadi salah satu sentra produksi arang di wilayah tersebut.
Desa Cibangkong Banyumas yang menjadi salah satu sentra produksi arang, Senin (25/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Desa Cibangkong merupakan salah satu sentra produksi arang tradisional di Kabupaten Banyumas. Proses pembuatan arang yang masih menggunakan cara tradisional (pembakaran manual dalam drum besi atau lubang tanah) menjadi warisan kearifan lokal yang terus dipertahankan.

Meski demikian, para pengrajin mengaku perlu dukungan agar industri rumahan ini bisa terus berkembang, terutama dalam hal akses bahan baku dan pemasaran yang lebih luas.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More