Manfaatkan Lahan, Kapolsek Banyumas Ini Beternak dan Bertani

- AKP Sudiono, Kapolsek Banyumas, menyeimbangkan tugas kepolisian dengan beternak dan bertani di lahan Mapolsek seluas lebih dari satu hektare untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental.
- Ia memanfaatkan lahan kantor untuk menanam pakan ternak serta mengolah limbah makanan menjadi pakan unggas, sehingga hemat biaya dan membantu kebutuhan keluarga saat hari raya.
- Kedisiplinan dan manajemen waktu ala polisi diterapkan dalam hobi bertani, menjadi inspirasi bahwa kesibukan kerja tetap bisa sejalan dengan gaya hidup sehat dan produktif.
Banyumas, IDNTimes - Di tengah padatnya tugas sebagai aparat kepolisian yang harus menghadiri apel, sambang desa, rapat kecamatan, hingga panggilan mendadak dari Polresta, AKP Sudiono justru menemukan keseimbangan hidup melalui aktivitas yang tak biasa.
Kapolsek Banyumas ini rajin beternak dan bertani di lingkungan Mapolsek Banyumas yang luasnya mencapai lebih dari satu hektare. Mulai dari memelihara kambing, ayam, bebek, mentok, hingga budidaya ikan lele, semuanya dilakukan secara serius.
Bagi AKP Sudiono, kegiatan ini bukan sekadar hobi, melainkan cara efektif menjaga produktivitas, kebugaran fisik, dan kesehatan mental di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi.
1. Cinta binatang dan yang berbuah

Kegiatan beternak AKP Sudiono bermula dari kecintaannya terhadap hewan dan proses alam. Ia mengaku senang melihat perkembangan ternaknya dari hari ke hari.
"Awalnya karena saya penyuka binatang dan penikmat proses. Mengatur waktu antara dinas dan ternak saya anggap sebagai kenikmatan. Otak dan tubuh jadi tetap terlatih dan saya merasakan manfaatnya,"ujar AKP Sudiono.
Ia menerapkan pola manajemen waktu yang sama seperti saat menjalankan tugas kedinasan. Setelah selesai tugas, ia langsung mengatur waktu khusus untuk mengurus ternak. Hasilnya, meski usia semakin bertambah, ia tetap merasa bugar dan energik.
2. Lahan mapolsek jadi ladang produktif

Tidak main main, AKP Sudiono memanfaatkan lahan Mapolsek secara maksimal. Lebih dari satu hektare area digunakan untuk menanam rumput Odot, ketela pohon, dan tanaman pakan jenis Papua sebagai sumber makanan utama ternak ruminansia seperti kambing.
Sementara untuk pakan unggas (ayam, bebek, dan mentok), ia memanfaatkan limbah makanan sehari-hari. Sisa nasi, sayuran, dan dedak dicampur menjadi pakan bergizi. Pendekatan ini tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan.
Salah satu bukti nyata keberhasilan usahanya terlihat saat Hari Raya Idulfitri. AKP Sudiono mengatakan bahwa ia tidak perlu membeli ayam atau daging ke pasar untuk kebutuhan keluarga.
"Saat Lebaran, sekitar sembilan ekor ternak bisa digunakan sehingga tidak perlu membeli ke pasar,"ungkapnya bangga.
Kegiatan beternak ini pun memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
3. Disiplin Polisi untuk kehidupan pribadi

Kisah AKP Sudiono menjadi inspirasi bahwa disiplin, manajemen waktu, dan hobi yang produktif bisa berjalan beriringan meski dalam kesibukan tinggi. Sebagai seorang pemimpin di tingkat kepolisian sektor, ia membuktikan bahwa aparat kepolisian juga manusia biasa yang butuh cara cerdas untuk menjaga keseimbangan hidup.
Aktivitas ini sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat bahwa lahan kosong di sekitar kita bisa dimanfaatkan secara produktif, serta menunjukkan bahwa hobi beternak dan bertani tetap bisa dilakukan meski memiliki pekerjaan tugas negara.
Melalui kegiatannya, AKP Sudiono ingin menunjukkan bahwa seorang polisi juga bisa produktif di luar tugas utama. Kesehatan fisik dan mental yang terjaga akan membuat kinerja dinas semakin optimal.
"Mengatur waktu antara dinas dan ternak adalah kenikmatan. Otak dan tubuh tetap terlatih. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran meski usia bertambah,"pungkasnya.

















