Jelang Iduladha, Sapi Jumbo Banyumas Laris, Satu Ekor Tembus Rp70 Juta

- Menjelang Iduladha 1447 H, permintaan sapi jumbo di Banyumas melonjak dengan bobot hingga satu ton dan harga mencapai Rp70 juta per ekor.
- Sekitar 40 ekor sapi jumbo telah terjual ke berbagai daerah termasuk Jakarta, dengan pengiriman dilakukan satu hingga dua hari sebelum Iduladha.
- Tren harga sapi nasional terus naik sejak 2025 karena faktor eksternal dan musiman, membuat peternak diuntungkan namun daya beli konsumen menurun.
Banyumas, IDN Times - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, permintaan sapi kurban berukuran jumbo di Kabupaten Banyumas melonjak tajam. Puluhan ekor sapi dengan bobot mencapai satu ton laris manis dipesan pembeli dari berbagai daerah, termasuk Jakarta.
Sapi sapi bongsor ini menjadi incaran utama karena postur tubuhnya yang besar, gempal, dan dianggap mampu menghasilkan daging yang melimpah.
Hingga saat ini, setidaknya sekitar 40 ekor sapi jumbo milik salah satu peternak di Banyumas sudah terjual habis. Mayoritas pembeli telah memesan sejak satu bulan lalu, menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut ibadah kurban tahun ini.
1. Harga fantastis, bobot hingga satu ton

Ikhsan Mujahid, seorang peternak sapi di Banyumas, mengungkapkan bahwa penjualan tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ada kenaikan harga yang cukup signifikan. "Tahun ini penjualan sapi jumbo hampir sama dengan tahun lalu, namun ada kenaikan harga sekitar tiga juta rupiah per ekor,"ujar Ikhsan.
Menurut Ikhsan, pembeli sapi jumbonya tidak hanya berasal dari Banyumas dan sekitarnya seperti Purwokerto, Cilacap, atau Purbalingga, tetapi juga banyak yang datang dari luar Jawa Tengah, termasuk Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sapi jumbo Banyumas telah memiliki reputasi yang baik di tingkat nasional.
Sapi sapi yang dijual memiliki bobot bervariasi, mulai dari 400 kilogram hingga 1 ton. Harga yang dipatok pun sesuai dengan ukurannya Sapi bobot 400 kg dijual dengan harga Rp27 juta hingga Rp30 juta per ekor, Sapi bobot 900 kg hingga 1 ton dibanderol hingga Rp70 juta bahkan lebih.
2. Pengiriman langsung jelang hari H iduladha

Sapi sapi yang telah terjual rencananya akan diantar langsung ke lokasi pembeli satu hingga dua hari menjelang pelaksanaan Iduladha. Proses pengiriman ini dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga kondisi hewan tetap prima hingga tiba di tempat tujuan.
Meningkatnya permintaan sapi jumbo ini menjadi berkah tersendiri bagi para peternak lokal Banyumas. Selain memberikan keuntungan yang lebih besar, momentum Iduladha juga mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban.
Hingga mendekati hari pelaksanaan, peternak memprediksi permintaan sapi berukuran jumbo masih akan terus meningkat. Banyak masyarakat yang masih mencari sapi berkualitas tinggi untuk dijadikan hewan kurban bersama keluarga besar atau komunitas.
"Meski harga hewan kurban terus merangkak naik, minat masyarakat untuk berkurban dengan hewan berkualitas tetap tinggi, dan ini bukti bahwa kualitas unggul lokal masih menjadi primadona di pasar nasional,"katan Ikhsan.
3. Tren harga sapi nasional

Tren harga sapi nasional cenderung meningkat sejak 2025, dengan kenaikan yang lebih terasa di 2026 akibat faktor eksternal (rupiah dan impor) serta musiman (Iduladha).
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas melalui HAP dan pengawasan, tetapi tekanan biaya produksi membuat harga sulit turun signifikan dalam waktu dekat.
Bagi peternak lokal seperti di Banyumas, momentum Iduladha menjadi berkah karena permintaan sapi jumbo tetap kuat meski harganya mahal. Namun bagi konsumen, daya beli menjadi tantangan utama di tengah harga yang terus merangkak naik.

















