Aksi May Day Ungaran: Buruh Pilih Jalan Santai Karena Khawatir Ricuh

- Peringatan May Day 2026 di Ungaran diisi jalan sehat sebagai alternatif damai agar buruh bisa merayakan tanpa kekhawatiran kericuhan.
- Kegiatan ini memperkuat kolaborasi tripartit antara buruh, pengusaha, dan pemerintah untuk menjaga komunikasi efektif serta iklim kerja kondusif.
- Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan Daycare Tripartit Berdikari guna mendukung pekerja yang memiliki anak agar lebih fokus dan produktif.
Ungaran, IDN Times - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jawa Tengah salah satunya disi dengan acara jalan sehat bersama.
Mardia, seorang buruh PT Semarang Garmen. Ia menilai peringatan May Day dengan kegiatan positif jauh lebih aman dan nyaman dibanding aksi demonstrasi.
“Kami senang ikut jalan sehat. Kalau demo kadang khawatir jadi ricuh. Semoga buruh semakin sukses,” ujarnya.
Ketua KSPN Kabupaten Semarang, Sumanta, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penguatan kerja sama tripartit antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ia menilai komunikasi yang baik telah membuat penyampaian aspirasi lebih efektif tanpa harus turun ke jalan.
“Kalau komunikasi lancar, tidak perlu demo. Di Kabupaten Semarang, pemerintah cukup responsif,” katanya.
Senada, Ketua DPC SPN Kabupaten Semarang, Nurdin Ma’ruf, menegaskan komitmen buruh untuk terus menjaga produktivitas dan iklim kondusif guna menarik investasi.
Sepanjang rute sekitar 4 kilometer, suasana penuh keakraban terlihat. Buruh, pemerintah, dan pengusaha berbaur dalam nuansa kebersamaan yang hangat.
“Ini positif, kumpul jadi satu dengan kegiatan yang mengakrabkan. Semoga kesejahteraan buruh semakin meningkat,” ujar Irina Indria Ningrum, buruh PT Ara Shoes Indonesia.
Mengusung tema Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja, kegiatan ini menjadi simbol harmonisasi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha.
Usai jalan sehat, Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan Daycare Tripartit Berdikari di kawasan Rusunawa Gedanganak, Ungaran. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pekerja yang memiliki anak, agar dapat bekerja lebih tenang dan produktif.
“Daycare ini untuk mendukung buruh agar bisa fokus bekerja. Anak-anak mendapatkan pengasuhan yang baik,” jelasnya.
Gubernur mewanti-wanti Daycare Tripartit Berdikari harus dilakukan profesional dan mengedepankan penanganan asah, asih, dan asuh. Harus mendidik dan mencerdaskan, menyayangi, serta membimbing untuk mencapai keharmonisan dan perkembangan optimal.
Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, mengatakan, daycare tersebut mampu menampung sekitar 15 anak dengan tenaga pengajar yang memadai. Operasional berlangsung Senin hingga Sabtu, pukul 06.30–17.00.
“Ke depan akan kami sesuaikan dengan kebutuhan pekerja. Tujuannya membantu persoalan waktu dan pola asuh anak,” ujarnya.

















