Remaja dan Ibu Hamil Rentan Kena Anemia, Waspadai Gejalanya

- Holywings Peduli menggelar seminar edukasi dan cek kesehatan gratis di Semarang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya anemia serta pentingnya pencegahan sejak dini.
- Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi anemia cukup tinggi, yaitu 15,5% pada remaja dan 27,7% pada ibu hamil, menandakan perlunya pemenuhan zat besi yang cukup.
- Kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap serta penyaluran bantuan sosial bagi warga, guna mendukung gaya hidup sehat dan memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Semarang, IDN Times - Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang sering dianggap sepele di masyarakat. Padahal, kondisi kekurangan sel darah merah atau hemoglobin ini bisa berdampak pada produktivitas hingga kualitas hidup sehari-hari. Untuk meningkatkan kesadaran warga, Holywings Peduli menggelar seminar edukasi anemia dan cek kesehatan massal gratis di Helens Night Mart, Minggu (14/6/2026).
1. Tubuh mudah lemas dan lelah

Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga Semarang yang tampak antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai bahaya anemia dan cara pencegahannya.
Dokter Rumah Sakit Siloam, dokter Ricky Purnomo mengatakan, anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
“Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, bahkan menurunkan produktivitas,” katanya.
Masalah anemia di Indonesia sendiri masih tergolong tinggi, terutama pada kelompok usia muda dan ibu hamil. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun mencapai 15,5 persen atau sekitar satu dari enam remaja mengalami anemia. Sementara itu, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 27,7 persen.
2. Penuhi kebutuhan zat besi

“Angka tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan deteksi dini masih menjadi langkah penting agar masyarakat lebih sadar menjaga kesehatan, terutama memenuhi kebutuhan zat besi dan menjaga kadar hemoglobin tubuh,” terang Ricky.
Dalam kegiatan itu, warga juga mendapat layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi langsung bersama tenaga medis dari Rumah Sakit Siloam.
Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi mengenai anemia, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan sarana yang dapat digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan. Kesehatan masyarakat adalah salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya yang juga Ketua Program CSR Holywings Peduli.
3. Pemahaman lebih baik mengenai anemia

Selain layanan kesehatan, Holywings Peduli juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial untuk mendukung aktivitas masyarakat. Bantuan tersebut meliputi kursi, meja, kemeja Karang Taruna, mesin potong rumput, gerobak besi, ember kompos, kursi roda, hingga alat cek kesehatan.
Salah satu warga penerima manfaat, Lucia mengaku, terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, warga tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga pemahaman yang lebih baik mengenai anemia.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kegiatan ini. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan pengetahuan mengenai anemia, bantuan yang diberikan juga sangat bermanfaat bagi warga dan Karang Taruna,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Holywings Peduli berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini dan pencegahan anemia agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat dan produktif.


















