Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jadi Lokasi Kungkum Malam 1 Suro, Ini Sejarah Mistis Umbul Pengging Boyolali

Jadi Lokasi Kungkum Malam 1 Suro, Ini Sejarah Mistis Umbul Pengging Boyolali
Umbul Ngabean Pengging, Boyolali (google.com/maps/Fahmi Royani)
Intinya Sih
  • Menjelang Malam 1 Suro, ribuan warga memadati Umbul Pengging Boyolali untuk menjalani ritual kungkum sebagai tradisi spiritual tahunan masyarakat Jawa.
  • Secara historis, Umbul Pengging dibangun oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X sebagai pesanggrahan kerajaan Surakarta dengan empat kolam yang dulunya dibedakan berdasarkan kasta.
  • Dalam kepercayaan lokal, air umbul diyakini memiliki energi spiritual yang mampu membersihkan diri dan meluruhkan energi negatif saat ritual kungkum dilakukan pada malam pergantian tahun Jawa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Boyolali, IDN Times - Menjelang tengah malam pergantian tahun baru Jawa atau Malam 1 Suro 2026, kawasan Wisata Ritual Umbul Pengging di Kecamatan Banyudono, Boyolali, bakal dipadati oleh ribuan warga dari berbagai daerah. Mereka datang bukan untuk rekreasi biasa, melainkan untuk menjalani ritual kungkum (berendam di dalam air mata air alami) dalam keheningan malam.

Umbul Pengging telah lama menjadi salah satu episentrum spiritual di Jawa Tengah spiritual saat penanggalan Suro tiba. Di balik kesegaran airnya yang jernih, tempat ini menyimpan perpaduan erat antara catatan sejarah resmi (fakta) dan kisah-kisah gaib yang diwariskan turun-temurun (mitos).

Mau tahu bagaimana sejarah dan sisi mistis petirtaan kuno ini saling bertautan? Yuk, simak ulasannya berikut ini, Lur!

1. Fakta Sejarah: Tempat Peristirahan Mewah Raja Surakarta

Umbul Sungsang Pengging, Boyolali (google.com/maps/Amilia Widyaningsih)
Umbul Sungsang Pengging, Boyolali (google.com/maps/Amilia Widyaningsih)

Secara silsilah sejarah dan administratif, Umbul Pengging merupakan situs cagar budaya yang memiliki ikatan historis sangat kuat dengan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Peninggalan Sri Susuhunan Pakubuwono X: Kompleks pemandian ini dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Raja Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono X (PB X) pada awal abad ke-20 sebagai tempat peristirahatan (pesanggrahan) keluarga kerajaan.

Pembagian Kolam Berdasarkan Kasta: Secara faktual, kompleks ini memiliki empat umbul utama, yaitu Umbul Temanten, Umbul Duda, Umbul Ngabean, dan Umbul Sungsang. Pada zaman dahulu, Umbul Ngabean merupakan kolam khusus yang hanya boleh digunakan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X sendiri, sementara kerabat dekat dan abdi dalem menggunakan kolam yang lain.

2. Mitos Mistis: Jejak Kerajaan Pengging dan Kekuatan Mistis Air

Umbul Tirto Marto Pengging (google.com/maps/voawsh network (ridsky rap))
Umbul Tirto Marto Pengging (google.com/maps/voawsh network (ridsky rap))

Jika fakta sejarah mencatatnya sebagai tempat rekreasi raja, maka ranah mitos dan penuturan lisan masyarakat mempercayai Umbul Pengging sebagai pusat kekuatan spiritual tanah Jawa kuno jauh sebelum masa keraton.

Petilasan Ki Ageng Pengging: Wilayah Banyudono diyakini sebagai bekas pusat Kerajaan Pengging purba, tempat hidup tokoh legendaris seperti Ki Ageng Pengging dan Jaka Tingkir (Mas Karebet). Energi spiritual dari para leluhur inilah yang dipercaya masih mengalir dan "menjaga" mata air di kawasan tersebut.

Mitos Ngalap Berkah di Umbul Sungsang: Dari keempat umbul, Umbul Sungsang adalah titik paling mistis yang menjadi pusat ritual kungkum Malam 1 Suro. Nama "Sungsang" diambil dari posisi akar pohon beringin kuno yang tumbuh terbalik di sekitar sumber air. Mitosnya, siapa saja yang mampu berendam di umbul ini secara tapa bisu (diam tanpa berbicara) dari pukul 00.00 hingga subuh, maka hajatnya terkait pangkat, derajat, kedudukan, atau pembersihan sial (ruwatan) akan dikabulkan.

3. Mengawinkan Mitos dan Fakta Saat Malam 1 Suro

Peringatan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta (commons.wikimedia.org/Pandjisaputra94)
Peringatan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta (commons.wikimedia.org/Pandjisaputra94)

Mengapa ritual ini begitu populer? Di sinilah mitos dan fakta berpadu harmonis dalam budaya Jawa. Secara ilmiah (fakta), berendam di air dingin pegunungan pada tengah malam merangsang sistem saraf, melatih fokus, dan memberikan efek relaksasi batin yang mendalam (meditasi fisik).

Sementara dari sudut pandang kebatinan (mitos), air umbul alami dianggap sebagai simulator tirta perwitasari—air suci kehidupan yang mampu meluruhkan energi negatif (sengkolo) di dalam tubuh manusia guna menyongsong lembaran tahun baru.

Ritual kungkum di Umbul Pengging bukan sekadar mencari hal-hal magis atau mistis. Tradisi ini adalah bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa untuk mengistirahatkan pikiran, merenungi kesalahan setahun lalu, dan "membersihkan diri" secara simbolis demi melangkah ke masa depan dengan jiwa yang lebih jernih.

Nah, bagi kamu yang penasaran ingin merasakan langsung atmosfer sakral nan magis di Boyolali, prosesi kungkum Malam 1 Suro di Umbul Pengging ini sangat terbuka untuk disaksikan. Tetap jaga kesopanan dan hormati aturan adat yang berlaku di sana ya, Lur!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More