Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ritual dan Doa Mandi Kembang Malam 1 Suro, Tradisi Bersihkan Diri

Ritual dan Doa Mandi Kembang Malam 1 Suro, Tradisi Bersihkan Diri
ilustrasi perlengkapan siraman (pexels.com/RGA Production)
Intinya Sih
  • Malam 1 Suro diperingati masyarakat Jawa dengan ritual mandi kembang setaman sebagai simbol penyucian diri dan permohonan keselamatan di tahun baru Jawa.
  • Ritual dilakukan dengan menyiapkan air bunga tujuh rupa, membersihkan tubuh, menenangkan pikiran, membaca doa sesuai keyakinan, lalu mengguyurkan air dari kepala hingga pundak.
  • Mandi kembang malam 1 Suro dimaknai sebagai momen refleksi dan introspeksi untuk membuang energi negatif serta memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Malam 1 Suro selalu menjadi momen yang penuh nuansa mistis sekaligus spiritual bagi masyarakat Jawa. Tidak sedikit orang yang menjalankan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri dan memohon keselamatan di tahun baru Jawa, salah satunya adalah mandi kembang setaman.

Tradisi ini dipercaya sebagai simbol penyucian lahir dan batin untuk membuang energi negatif, kesialan, hingga harapan buruk yang terjadi di masa lalu. Meski identik dengan budaya Jawa, ritual mandi kembang kini juga banyak dilakukan masyarakat umum sebagai sarana refleksi diri.

Lalu bagaimana tata cara mandi kembang malam 1 Suro yang benar? Berikut tahapannya.

1. Siapkan air dan kembang setaman

Siraman Febby Rastanty. (instagram.com/rangkai_riefinka)
Siraman Febby Rastanty. (instagram.com/rangkai_riefinka)

Langkah pertama adalah menyiapkan air bersih yang dicampur dengan kembang setaman atau bunga tujuh rupa. Biasanya terdiri dari mawar merah, mawar putih, melati, kenanga, cempaka, dan bunga harum lainnya.

Air bunga ini dipercaya melambangkan kesucian, ketenangan, dan harapan baik untuk kehidupan di masa mendatang. Beberapa orang juga menambahkan wewangian alami agar suasana ritual terasa lebih khusyuk.

2. Bersihkan tubuh terlebih dahulu seperti mandi biasa

ilustrasi mandi saat masih berkeringat (vecteezy.com/Tonefoto grapher)
ilustrasi mandi saat masih berkeringat (vecteezy.com/Tonefoto grapher)

Sebelum memulai ritual inti, dianjurkan membersihkan badan terlebih dahulu menggunakan sabun seperti mandi pada umumnya.

Tahapan ini dimaknai sebagai pembersihan fisik sebelum memasuki proses penyucian secara spiritual dan batiniah.

3. Tenangkan pikiran sebelum mulai ritual

Ilustrasi tenangkan pikiran (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi tenangkan pikiran (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sebelum mengguyurkan air kembang, luangkan waktu beberapa menit untuk menenangkan diri.

Tarik napas perlahan, pejamkan mata, lalu fokuskan pikiran pada niat baik yang ingin dipanjatkan. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk bermeditasi ringan atau melakukan refleksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.

4. Baca doa dan niat mandi kembang

ilustrasi seseorang berdoa (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi seseorang berdoa (pexels.com/Thirdman)

Saat ritual dimulai, bacalah niat atau doa sesuai keyakinan masing-masing. Doa bisa diucapkan dalam hati maupun dibaca perlahan sebelum guyuran air pertama.

Berikut salah satu doa mandi kembang malam 1 Suro dalam bahasa Jawa:

“Niat ingsun adus kembang setaman, ngresiki raga lan batin, ngicalaken sedaya sengkala lan memala, nyuwun keslametan, karaharjan, lan berkah saking Gusti Ingkang Maha Kuwasos. Rahayu, rahayu, rahayu.”

Artinya:

“Niat saya mandi kembang setaman, membersihkan raga dan batin, menghilangkan segala kesialan dan penyakit, memohon keselamatan, kesejahteraan, dan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Selamat, sejahtera, damai.”

Sementara versi bahasa Indonesia berbunyi:

“Ya Tuhan Yang Maha Esa, saya berniat mandi kembang ini untuk menyucikan diri secara lahir dan batin. Bersihkanlah diri saya dari segala energi negatif, dosa masa lalu, dan marabahaya. Bukalah pintu rezeki, kesehatan, dan keselamatan untuk saya di tahun yang baru ini. Amin.”

5. Guyurkan air kembang mulai dari kepala

ilustrasi proses wudhu pada siraman adat jawa(commons.wikimedia.org/Ridwan pictures)
ilustrasi proses wudhu pada siraman adat jawa(commons.wikimedia.org/Ridwan pictures)

Setelah membaca doa, mulailah mengguyurkan air kembang dari atas kepala, kemudian ke pundak kanan dan pundak kiri.

Prosesi ini dilakukan perlahan sambil memanjatkan harapan baik, memohon kesehatan, keselamatan, serta kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.

6. Jadikan momen untuk introspeksi diri

ilustrasi instropeksi diri (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
ilustrasi instropeksi diri (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Ritual mandi kembang bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk memperbaiki diri.

Banyak masyarakat Jawa meyakini malam 1 Suro sebagai waktu yang tepat untuk bermuhasabah, mengevaluasi kesalahan di masa lalu, sekaligus memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih dan tenang.

Meski identik dengan unsur budaya dan spiritual, ritual mandi kembang pada malam 1 Suro sejatinya mengajarkan tentang pentingnya membersihkan diri, baik secara fisik maupun batin, agar lebih siap menjalani kehidupan ke depan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More