Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Solo Pertemukan 2 Kubu Keraton, Kirab 1 Suro Sepakat Bergantian

Pemkot Solo Pertemukan 2 Kubu Keraton, Kirab 1 Suro Sepakat Bergantian
Suasana rapat kirab Malam 1 Sura yang dimediasi oleh Pemkot Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Pemkot Solo mempertemukan dua kubu Keraton Surakarta untuk menyelaraskan pelaksanaan Kirab 1 Suro agar berjalan aman, tertib, dan tanpa gesekan di lapangan.
  • Kubu PB XIV Purbaya menegaskan tradisi Kirab Malam 1 Suro tetap digelar dengan berpegang pada paugeran, garis keturunan sah, serta legitimasi adat dan hukum.
  • Lembaga Dewan Adat di bawah Gusti Moeng siap mengeluarkan 14 pusaka dari Sasana Pustaka dalam kirab yang dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surakarta, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mempertemukan sejumlah pihak yang terlibat dalam dinamika internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjelang pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Solo, Senin (15/6/2026), difokuskan untuk menyelaraskan pelaksanaan kirab agar berjalan aman, tertib, dan terhindar dari potensi gesekan di lapangan.

Rapat tersebut melibatkan Pelaksana Pelindung Keraton Solo KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, perwakilan kubu Paku Buwono XIV Purbaya, serta perwakilan kubu Paku Buwono XIV Hangabehi yang diwakili Lembaga Dewan Adat (LDA).

1. Pemkot Solo fokus ciptakan kesepahaman jelang Kirab 1 Suro.

IMG_7041.jpeg
Kebo Bule dikirab di malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta. (Dok/IDN Times)

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menjadi pihak pertama yang hadir di Balai Kota Solo dan langsung menuju Ruang Natapraja untuk mengikuti rapat. Tak lama kemudian, rombongan kubu PB XIV Purbaya tiba bersama sejumlah putra-putri keluarga besar Keraton Surakarta.

Di sisi lain, Ketua LDA Keraton Surakarta GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng bersama rombongan diterima di ruang yang berbeda sebelum akhirnya mengikuti agenda koordinasi dengan pemerintah kota.

Usai rapat yang berlangsung sekitar satu jam, Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Intinya kan kita sudah menyampaikan kepada pihak keluarga besar Keraton Kasunanan, bahwa Pemkot sama dengan seluruh aparat keamanan, TNI, Polri tadi, terus juga ada Forkopimda yang lain, kita mendukung kegiatan itu agar bisa berjalan dengan baik dan lancar, agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Nah, tadi kan dari semua pihak yang ada di Keraton kan memaparkan ya, menyampaikan rencananya seperti ini, rencananya seperti ini. Nah, kita mensinkronkan itu aja,” ujar Budi.

Menurutnya, fokus utama pertemuan adalah membangun kesepahaman antar pihak agar pelaksanaan kirab tidak saling berbenturan.

“Oh, mungkin tidak menjadi satu, tapi pelaksanaannya agar biar berjalan dengan baik, bisa saling ada pemahaman dan saling bisa memberi ruang untuk pelaksanaan kegiatan di sana. Semakin kerja sama seperti itu,” jelasnya.

Budi juga mengungkapkan bahwa terdapat kesepakatan mengenai urutan pelaksanaan kirab. Salah satu pihak akan berjalan lebih dahulu, kemudian disusul pihak lainnya.

“Hampir sama, hampir sama. Cuma tadi intinya ada, ada pemahaman bahwa ketika ada satu yang sudah duluan, nanti yang satu akan mau mengalah di belakang, seperti itu tadi,” katanya.

Namun, ia enggan mengungkap pihak mana yang akan lebih dulu melaksanakan kirab.

“Nggak bisa ya (spil yang mana lebih dulu). Nanti saya tak lapor Pak Wali dulu hasil hari ini ya,” ucapnya.

2. Kubu PB XIV Purbaya tegaskan kirab tetap digelar.

IMG_4538.jpeg
Kubu PB XIV Purboyo saat rapat di Balaikota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Dari pihak PB XIV Purbaya, hasil pertemuan tidak dijelaskan secara rinci kepada awak media. Meski demikian, kuasa hukum kubu tersebut, KPAA Ferry Firman Nurwahyu, memastikan tradisi Kirab Malam 1 Suro tetap akan dilaksanakan.

“Iya tetap digelar. (Kirab sendiri-sendiri?) Nggak. Di mana ada sendiri-sendiri, Rajanya kan cuma satu,” katanya.

Melalui keterangan tertulis, Ferry menegaskan bahwa proses suksesi di Keraton Surakarta berpijak pada paugeran, garis keturunan, legitimasi adat, spiritual, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, prinsip tersebut telah ditegaskan dalam Sabda Sri Susuhunan SISKS Pakoe Boewono XIII Nomor 001 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 25 Januari 2025.

“Sabda tersebut menegaskan bahwa suksesi takhta Karaton merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dari prinsip-prinsip luhur kebudayaan Jawa yang diwariskan secara turun-temurun sejak masa Sri Susuhunan Pakoe Boewono II hingga Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa pewarisan takhta dalam tradisi Keraton Jawa mengacu pada garis keturunan raja yang sah, penunjukan putra mahkota, kesiapan spiritual, serta penghormatan terhadap paugeran yang diwariskan turun-temurun.

“Dalam tradisi Karaton Jawa, pewarisan takhta pada prinsipnya dilakukan berdasarkan garis keturunan raja yang sah, penunjukan Putra Mahkota oleh raja yang berkuasa, kesiapan spiritual dan moral calon penerus, serta penghormatan terhadap paugeran yang telah menjadi landasan keberlangsungan institusi Karaton selama berabad-abad,” bebernya.

3. LDA siap keluarkan pusaka sebanyak 14 buah.

IMG_4516.jpeg
GKR Koes Moertiyah Wandansari. (iDN Times/Larasati Rey)

Sementara itu, Ketua LDA Keraton Surakarta, Gusti Moeng, menyatakan pihaknya bersama Tedjowulan telah siap melaksanakan kirab sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kami dari keraton dengan saya sebagai Ketua Lembaga Dewan Adat, dengan Panembahan sudah siap melaksanakan,” ujarnya.

Dalam kirab nanti, LDA akan mengeluarkan sejumlah pusaka dari Sasana Pustaka yang sebelumnya telah beberapa kali diikutsertakan dalam prosesi serupa. Ada embat belas pusaka yang akan dikirab.

“Pusaka kan keraton banyak dan pusaka yang akan kami kirab itu kan sudah empat kali ikut juga, untuk melengkapi yang dari Sasana Pustaka,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penggabungan kirab dengan kubu PB XIV Purbaya, Gusti Moeng mengaku belum mengetahui detail teknis yang akan dilakukan pihak lain. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kirab dari Sasana Putra disebut tidak akan mengeluarkan pusaka dari kamar pusaka utama.

“Saya enggak tahu, enggak begitu jelas. Hanya tadi pemahaman dari Pak Sekda dan yang ikut seperti Gusti Panembahan, menyampaikan kalau dia (Sasana Putra) akan melakukan kirab, tapi tidak mengeluarkan pusaka dari kamar pusaka,” ungkapnya.

Ia juga belum mengetahui jadwal pasti kirab dari pihak lain. Namun, kirab yang digelar LDA dipastikan tetap berlangsung pada pukul 12.00 WIB seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Saya enggak tahu kalau dia mengadakan kirab itu akan jam berapa,” imbuhnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More