KA Argo Bromo Anggrek Temper Mobil di Grobogan, 4 Tewas, 5 Selamat

- Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Grobogan, saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil berpenumpang sembilan orang pada Jumat dini hari.
- Empat orang meninggal dunia termasuk seorang anak berusia 8 tahun, sementara lima lainnya selamat dan satu korban masih dirawat intensif di rumah sakit.
- Pihak KAI menyampaikan keprihatinan mendalam serta mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mematuhi aturan keselamatan saat melintasi jalur kereta api.
Grobogan, IDN Times - Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (1/5/2026) dini hari. Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi temper satu unit mobil yang tengah melintas, mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 02.52 WIB. Informasi yang dihimpun mobil tersebut mengangkut total sembilan orang penumpang saat kejadian berlangsung.
Kecelakaan terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 52, tepatnya di antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan. Akibat insiden ini, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek sempat berhenti luar biasa (BLB) untuk pengecekan teknis.
"Rangkaian berhenti di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), kereta kembali berangkat pukul 02.56 WIB," ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
Pihak KAI pun menyatakan prihatin yang mendalam atas kejadian ini dan kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada serta mematuhi aturan saat melintasi jalur kereta api.
Dari sembilan orang di dalam mobil, empat orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk seorang anak kecil berusia 8 tahun. Sementara itu, lima orang lainnya berhasil selamat, termasuk pengemudi mobil bernama Kardi (50).
Seluruh korban telah dievakuasi oleh petugas medis dan kepolisian. Satu korban selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi seluruh identitas korban yang belum diketahui serta menyelidiki penyebab pasti mengapa mobil tersebut berada di jalur rel saat kereta melintas.

















