Contoh Jabar, Walikota Solo Siap Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

- Wali Kota Solo ingin kirim anak "nakal" ke barak militer, meniru program Gubernur Jawa Barat.
- Anak nakal yang dikirim adalah pelanggar ketertiban umum seperti vandalisme dan tawuran.
- Anak yang dikirim ke barak militer usianya di atas 18 tahun, untuk mendapatkan pembinaan oleh TNI.
Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Respati Ardi berencana mengirim anak "nakal" ke barak militer. Hal tersebut meniru program dari Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyani yang telah lebih dulu mengirim anak nakal ke barak militer untuk dibina.
1. Pembinaan di barak militer

Respati mengatakan anak nakal yang dikirim ke barak militer adalah mereka yang melakukan pelanggaran ketertiban dan ketentraman umum. Seperti vandalisme hingga tawuran.
"Biar jera kita masukin pembinaan ke barak,"ujarnya Kamis (22/5/2025).
2. Untuk anak nakal usia lebih dari 18 tahun

Lebih lanjut, Respati mengatakan memilih mengirimkan anak nakal ke barak militer sebagai efek jera atas pelanggaran yang dilakukannya. Mereka yang dikirim ke barak militer akan mendapatkan pembinaan oleh TNI.
"Kemarin ada yang ketangkap itu (pelaku vandalisme). Mereka miloki (mencoret-coret) tembok aset kota, miloki fasum, sudah ditertibkan sama Satpol PP," ujar Respati.
Namun, Respati mengungkapkan jenjang usia yang dikirim ke barak militer yakni diusia lebih dari 18 tahun keatas.
"Kalau sudah di atas 18 tahun sudah bisa ditindak masukin ke barak. Kalau di bawah 18 tahun diberikan pembinaan," ujarnya.
3. Marak pelaku vandalisme di Kota Solo

Sementara itu, Kapala Satpol PP Solo, Didik Anggono mengatakan kasus vandalime di Kota Solo marak. Baru-baru ini pihaknya menangkap tiga orang pelaku vandalime di kawasan Jalan Slamet Riyadi.
Tiga pelaku vandalisme tersebut berasal dari Gresik dan Jakarta.
“Kalau dari hasil tangakapan kita itu jarang menemukan pelaku lama. Mereka banyak dari luar kota. Mereka kita sanksi sosial dengan mengembalikan warna asli objek yang mereka coret-coret," pungkasnya.