Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Desa Tertinggal di Jateng Tersisa Lima Akibat Dampak Iklim
ilustrasi desa (unsplash.com/Dikaseva)

Semarang, IDN Times - Lima desa wilayah Jawa Tengah masuk dalam kategori tertinggal lantaran terkena dampak perubahan iklim. Kelima desa tersebut berada di area pesisir dan kawasan pegunungan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso mengatakan dari jumlah lima desa tertinggal, tiga wilayah di antaranya berada di Kabupaten Demak. Sedangkan dua desa lagi terletak di perbatasan Tegal dan Brebes.

"Yang di Demak tergolong desa tertinggal karena akses jalannya terendam air laut dan dampak dari pembangunan jalan tol. Di  antaranya Desa Timbulsluko, Desa Banjarsari. Kemudian di Tegal juga ada desa tertinggal yakni Sangkangjaya dan Balapulang, letaknya sulit dijangkau karena lokasinya di pegunungan batas antara Tegal dan Brebes," ungkap Nadi, Senin (20/7/2026).

Pihaknya menyampaikan jumlah desa tertinggal tahun ini berkurang lantaran terdapat sejumlah desa yang naik kelas menjadi desa mandiri. 

Semula terdapat 15 desa tertinggal yang tercatat oleh Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa. Namun, setelah dilakukan verifikasi, jumlah desa tertinggal hanya menyisakan lima titik karena ada koreksi dalam proses verifikasi.

"Dari lima belas desa. Sekarang jadi lima desa (tertinggal). Harapannya dengan dilakukan pendampingan secara berkala, keberdaan desa tertinggal bisa dihilangkan tahun depan," jelasnya.

Pihaknya pun menyatakan terdapat sejumlah klasifikasi untuk menentukan status desa di Jawa Tengah. Selain mendata potensi perekonomian desa setempat, aktivitas masyarakat juga perlu diverifikasi. Sehingga penentuan status desa dapat dilakukan dengan detail.

Namun diakuinya bahwa dalam pendataan, ditemukan fakta ada kesengajaan status desa tetap menjadi miskin ataue tertinggal dengan harapan bisa tetap memperoleh bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Oleh karenanya, pihaknya secara detail melakukan verifikasi agar masyarakat desa dapat naik kelas dengan angka perekonomian yang meningkat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article