Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dinkes Batang Ungkap Anak PAUD di Bawang Juga Keracunan MBG
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Kepala Dinkes Batang Ida Ayu dan Kadinkes Jateng Zulfachmi Wahab memeriksa kondisi siswa korban keracunan MBG. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Dinkes Batang menyatakan penerima MBG terdampak gejala mual hingga sakit perut mencakup anak PAUD sampai SMA, balita, ibu hamil, dan kelompok lain.

  • Pasien yang dirawat dilaporkan terhidrasi dan berangsur pulih, tetapi tetap dievaluasi dokter sebelum pulang; sampel telah diambil dan hasil laboratorium Yogyakarta masih ditunggu.

  • Operasional SPPG Bawang dihentikan 30 hari selama investigasi, sementara Dinkes mengevaluasi higiene sanitasi, inspeksi lingkungan, serta pelatihan penjamah makanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
28 September 2026

Dinkes Batang melaporkan penerima MBG, termasuk anak PAUD di Bawang, mengalami mual, pusing, diare, dan sakit perut. Pasien yang dirawat dilaporkan terhidrasi dan dalam pemulihan, sementara operasional SPPG Bawang dihentikan selama 30 hari sambil menunggu investigasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah penerima Makan Bergizi Gratis di Bawang, termasuk anak PAUD, mengalami pusing, mual, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
  • Who?
    Anak PAUD hingga SMA, balita, dan ibu hamil penerima MBG terdampak; Dinkes Batang, Dinkes Jawa Tengah, RSUD Limpung, SPPG Bawang, dan Badan Gizi Nasional menangani kejadian.
  • Where?
    Kejadian terkait penerima MBG berada di Bawang, Kabupaten Batang. Pasien mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Limpung.
  • When?
    Kondisi pasien disampaikan Kepala Dinkes Batang Ida Ayu di RSUD Limpung pada Senin, 28 September 2026. Operasional SPPG Bawang dihentikan selama 30 hari.
  • Why?
    Penyebab keluhan setelah mengonsumsi MBG hingga saat ini belum ada kepastian. Hasil pemeriksaan sampel di laboratorium Yogyakarta masih menunggu untuk memastikan penyebab kejadian.
  • How?
    Pasien dihidrasi dan dievaluasi dokter sebelum dipulangkan. Dinkes melakukan penelusuran serta pengambilan sampel, sementara SPPG Bawang dievaluasi terkait SLHS, IKL, dan pelatihan penjamah makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak PAUD sampai SMA, juga balita dan ibu hamil di Bawang merasa pusing, mual, diare, dan sakit perut setelah makan MBG. Ada yang dirawat, tapi mereka mulai membaik dan cukup minum. Dinas Kesehatan sedang cek sampel makanan. Tempat makan SPPG Bawang ditutup 30 hari sambil menunggu hasil cek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kejadian ini, penanganan kesehatan tampak berjalan terukur: pasien yang dirawat dilaporkan terhidrasi dan memasuki masa pemulihan, sambil tetap dievaluasi sebelum pulang. Penelusuran laboratorium, penghentian sementara operasional, serta evaluasi sanitasi dan pelatihan penjamah makanan menunjukkan perhatian pada keselamatan penerima manfaat dan perbaikan layanan secara bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyebutkan sejumlah anak PAUD juga terkena gejala mual-mual setelah mengonsumsi MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Batang, Ida Ayu, mengatakan, penerima manfaat MBG yang terdampak berasal dari berbagai kelompok, mulai dari peserta didik jenjang PAUD hingga SMA, serta kelompok lainnya, termasuk balita dan ibu hamil.

Ida memastikan kondisi pasien yang masih dirawat terus menunjukkan perkembangan positif.

“Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan,” katanya di RSUD Limpung, Senin (28/9/2026).

Meski demikian, pasien tetap menjalani evaluasi oleh dokter penanggung jawab untuk menentukan apakah kondisi mereka telah memungkinkan untuk dipulangkan. Keluhan yang dialami para penerima manfaat antara lain pusing, mual, diare, hingga sakit perut.

Sedangkan, Dinkes Jawa Tengah bersama Dinkes Kabupaten Batang telah melakukan penelusuran dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium. 

Hasil pemeriksaan di laboratorium Yogyakarta masih ditunggu untuk memastikan penyebab kejadian.

Sebagai langkah penanganan sementara, operasional SPPG Bawang dihentikan selama 30 hari sembari menunggu proses investigasi. Adapun penanganan terkait operasional SPPG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, mengatakan, penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai standar operasional yang telah disiapkan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Tengah di bawah koordinasi Wakil Gubernur Taj Yasin.

Menurut dia, evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut. Evaluasi meliputi ketersediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), hingga pelatihan bagi penjamah makanan.

“SPPG-nya harus dievaluasi, ketersediaan SLHS, sudah pernah ada inspeksi IKL, dan kursus pada penjamah makanan yang bekerja di sana,” kata Zul.

Curated For You

Editorial Team

Related Article