Batang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyebutkan sejumlah anak PAUD juga terkena gejala mual-mual setelah mengonsumsi MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Batang, Ida Ayu, mengatakan, penerima manfaat MBG yang terdampak berasal dari berbagai kelompok, mulai dari peserta didik jenjang PAUD hingga SMA, serta kelompok lainnya, termasuk balita dan ibu hamil.
Ida memastikan kondisi pasien yang masih dirawat terus menunjukkan perkembangan positif.
“Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan,” katanya di RSUD Limpung, Senin (28/9/2026).
Meski demikian, pasien tetap menjalani evaluasi oleh dokter penanggung jawab untuk menentukan apakah kondisi mereka telah memungkinkan untuk dipulangkan. Keluhan yang dialami para penerima manfaat antara lain pusing, mual, diare, hingga sakit perut.
Sedangkan, Dinkes Jawa Tengah bersama Dinkes Kabupaten Batang telah melakukan penelusuran dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan di laboratorium Yogyakarta masih ditunggu untuk memastikan penyebab kejadian.
Sebagai langkah penanganan sementara, operasional SPPG Bawang dihentikan selama 30 hari sembari menunggu proses investigasi. Adapun penanganan terkait operasional SPPG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, mengatakan, penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai standar operasional yang telah disiapkan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Tengah di bawah koordinasi Wakil Gubernur Taj Yasin.
Menurut dia, evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut. Evaluasi meliputi ketersediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), hingga pelatihan bagi penjamah makanan.
“SPPG-nya harus dievaluasi, ketersediaan SLHS, sudah pernah ada inspeksi IKL, dan kursus pada penjamah makanan yang bekerja di sana,” kata Zul.
